Apresiasi Niat Baik RI Soal Mediasi, Iran Dorong Indonesia Ambil Peran Tegas di D8

oleh Henri Lukmanul Hakim

03 Maret 2026 | 10:19

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. (Foto: Henri Lukmanul Hakim)

Jakarta, persis.or.id - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi atas niat baik Pemerintah Republik Indonesia (RI) terkait wacana komunikasi maupun kemungkinan mediasi dengan Iran.


“Kami mengapresiasi niat baik yang disampaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Tetapi sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal tersebut,” ujar Boroujerdi kepada awak media di kediamannya di Jakarta, Senin (2/3).


Meski begitu, Ia mengaku belum dapat memastikan apakah wacana tersebut akan memberi dampak ata utidak terhadap dinamika yang sedang berlangsung saat ini.


“Kami masih belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” katanya.


Boroujerdi tetap menekankan bahwa komunikasi antara Indonesia dan Iran masih terbuka. Ia menyebut interaksi antarpejabat senior kedua negara memungkinkan dilakukan dalam konteks hubungan bilateral.


“Tentu saja jika Indonesia ingin berhubungan, komunikasi itu dapat dilakukan. Mereka dapat berbicara dengan pihak-pihak Iran,” ujarnya.


Saat ditanya lebih jauh mengenai kemungkinan Indonesia berperan sebagai mediator, Boroujerdi menyatakan belum dapat memberikan kepastian.


“Saya tidak bisa memberikan jawaban dan tidak tahu apakah mediasi dapat dilakukan atau tidak. Apakah dalam situasi seperti ini mediasi bisa menghasilkan sesuatu atau tidak, saya tidak bisa menjawab,” ungkapnya.


Dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi juga menyinggung situasi kawasan. Ia menilai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata kerap terjadi.


“Seperti yang kita ketahui selama ini, gencatan senjata atau kesepakatan apa pun sering kali dilanggar,” ujarnya.


Dorong Sikap Tegas di D8


Selain isu mediasi, Boroujerdi berharap negara-negara anggota Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D8), khususnya Indonesia, mengambil peran tegas dalam mendorong deeskalasi dan penyelesaian damai konflik yang melibatkan Iran.


Iran sangat berharap terhadap kepemimpinan Indonesia dalam D8 periode 2026–2027, serta rencana pelaksanaan KTT D8 di Tanah Air tahun ini.


“Kami berharap organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan terhadap penyerangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap negara kami,” ujarnya.


Menurut Boroujerdi, kecaman keras dari D8 merupakan langkah awal sebelum memasuki tahapan diplomasi berikutnya.


“Kutukan yang keras dan serius adalah langkah pertama. Setelah itu, baru kita bisa bergerak ke langkah-langkah selanjutnya,” tandasnya.


Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan Indonesia dalam mengarahkan sikap kolektif negara-negara anggota D8.


“Tahun ini Republik Indonesia menyelenggarakan KTT D8. Kami ingin D8 berdiri di sisi yang benar dari sejarah dan memberikan kutukan serius terhadap penyerangan yang terjadi kepada negara kami,” tuturnya.


Boroujerdi menegaskan, Iran menunggu kepemimpinan kuat, terutama dari Indonesia, untuk memulai langkah konkret.


“Kepemimpinan adalah langkah pertama. Setelah kepemimpinan terjadi, kita bisa bergerak ke langkah berikutnya,” tegasnya.


[]

BACA JUGA:

PP PERSIS Serukan Perdamaian atas Konflik Iran–Israel: Jangan Sampai Jadi Perang Global