Bangga Menjadi Pelajar PERSIS: IPPi Jadi Wadah Kaderisasi Generasi Emas Persatuan Islam

oleh Fia Afifah

17 Juni 2026 | 11:13

Ketua Umum PP IPPi, Zihan Siti Nurhaliza, dan Sekretaris Umum, Ninik Nureni dalam podcast Persatuan Islam Official.

Bandung, persis.or.id - Ikatan Pelajar Putri PERSIS (IPPi) semakin memantapkan posisinya sebagai organisasi otonom yang krusial dalam pembentukan kader generasi masa depan Persatuan Islam. Ini terungkap dalam podcast yang diunggah oleh kanal Persatuan Islam Official.


Dalam podcast tersebut, Ketua Umum PP IPPi, Zihan Siti Nurhaliza, dan Sekretaris Umum, Ninik Nureni, menegaskan pentingnya IPPi sebagai wadah pembinaan bagi santri maupun pelajar umum yang memiliki kedekatan ideologis dengan PERSIS.


Berawal dari keresahan orang tua akan perlunya wadah bagi santri untuk mendalami ideologi Persatuan Islam, IPPi mulai dirintis hingga akhirnya resmi menjadi bagian otonom dari Persatuan Islam pada Muktamar 2022.


Sejak didirikan pada 2011, IPPi kini telah berkembang pesat sebagai "keluarga kedua" yang menyenangkan dan suportif bagi para pelajar untuk mengekspresikan diri sekaligus mengembangkan minat dan bakat.


Zihan menjelaskan bahwa IPPi bukan sekadar organisasi formal, melainkan ruang bagi pelajar untuk bertumbuh. "Ikatan Pelajar Putri PERSIS merupakan wadah yang mewadahi seluruh kader Persatuan Islam, baik mereka santri maupun pelajar umum yang berjiwa kepelajaran," ujarnya.


Senada dengan Zihan, Ninik menambahkan bahwa bagi banyak kader, IPPi telah menjadi rumah kedua. "IPI sebenarnya sebagai keluarga kedua, tempat belajar yang menyenangkan, nyaman, dan yang paling penting sefrekuensi karena mempunyai tujuan yang sama," ungkap Ninik.


Menjawab Tantangan Gen-Z dengan Kreativitas


Dalam menghadapi tantangan era digital, IPPi tidak hanya berfokus pada penguatan ideologis, tetapi juga berupaya relevan dengan generasi saat ini. Zihan menyoroti tantangan minimnya literasi dan pergeseran identitas di kalangan pelajar saat ini.


Sebagai solusinya, IPPi meluncurkan berbagai program inovatif seperti sekolah ekologi, sekolah ideologi, dan pedoman literasi baca-tulis untuk meningkatkan kualitas intelektual kader.


"Kami ingin menumbuhkan rasa bangga menjadi pelajar PERSIS. Jangan malu dan jangan gengsi, tunjukkan darah hijau kalian karena kita berdiri atas gagasan besar sebelum kemerdekaan," tegas Zihan.


Di sisi lain, menjelang Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, IPPi memiliki visi besar untuk dua tahun ke depan yang memiliki fokus utama di dalamnya.


Yakni digitalisasi administrasi dengan mewujudkan organisasi yang canggih dengan basis data kader yang terintegrasi secara digital.


Ninik menekankan perlunya sistem yang lebih tertib dan canggih. "Saya berharap ke depan administrasi lebih baik dan tertib, karena itu adalah kunci kesuksesan sebuah organisasi," ujar Ninik.


Kemudian perluasan wilayah hingga mencapai ke seluruh Indonesia agar lebih banyak pelajar yang terikat dalam organisasi, serta membuka peluang pertukaran pelajar untuk memperluas wawasan kader ke tingkat global.


"2 tahun ke depan, mudah-mudahan Ikatan Pelajar Putri Persis mampu menyentuh kancah internasional melalui pertukaran pelajar, sehingga bisa berkembang lebih maju lagi," tandas Zihan.


Karenanya, IPPi mengajak seluruh orang tua, khususnya di lingkungan Persatuan Islam, untuk mendukung putra-putrinya bergabung dalam organisasi ini.


Sebagai "lumbung kader", IPPi berkomitmen menjadi pintu gerbang pertama dalam melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa dan cendekiawan masa depan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.


Terdapat juga kutipan Ustaz Ikin Sodikin yang diangkat dalam podcast ini, yakni "Perjuangan tanpa melibatkan anak muda merupakan perjuangan yang sia-sia".


[]

BACA JUGA:

PP IPPI PERSIS Gelar Muskernas II, Teguhkan Peran Pelajar Putri dalam Membangun Bangsa

Reporter: Fia Afifah Editor: Fia Afifah Rahmah