Himi PERSIS Perkuat Sinergi dengan Kementerian PPPA melalui Gerakan Muslimah Cendekia Berdaya Menuju Indonesia Maju

oleh Reporter

11 Juli 2026 | 13:38

Perwakilan tasykil PP HIMI PERSIS bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri, M.Si., saat audiensi.

Jakarta, persis.or.id — Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (PP Himi PERSIS) melaksanakan audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri, M.Si., beserta jajaran Kementerian PPPA, Rabu, 08 Juli 2026.


Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta pengembangan ruang aman.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Himi PERSIS Ghina Ainal Mardliyah, memperkenalkan Himi PERSIS sebagai organisasi otonom perempuan Persatuan Islam yang berdiri secara independen sejak 1996.


Sebagai organisasi kader muslimah muda, Himi PERSIS memiliki visi besar untuk mencetak kader muslimah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi mandiri secara ekonomi, kuat secara spiritual, dan mampu berkontribusi untuk Ummat dan bangsa.


Pada audiensi tersebut, Himi PERSIS secara resmi memperkenalkan gerakan bertajuk "Gerakan Muslimah Cendekia Berdaya Menuju Indonesia Maju", sebuah gerakan yang menjadi ikhtiar Himi PERSIS dalam memperkuat peran perempuan muda melalui tiga pilar utama.


Pilar pertama adalah Rumah Bangkit Cendekia (RBC) sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang menghadirkan program pendidikan, pembinaan perempuan, penguatan keluarga, pengabdian kader, serta pembinaan keagamaan.


Pilar kedua adalah Tim Psikososial, yang berfokus pada edukasi kesehatan mental, pendampingan psikososial, trauma healing, serta penguatan kapasitas relawan sosial kebencanaan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan layanan psikososial di masyarakat.


Sementara itu, pilar ketiga adalah Teman Aman, bilik aduan yang dibentuk oleh Himi PERSIS sebagai ruang responsif yang ditujukan sebagai tempat awal bagi para perempuan, khususnya kader Himi PERSIS untuk bisa menyampaikan pengalaman-pengalaman atau kesaksian tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kekerasan ataupun pelanggaran hak.


“Bilik ini kami desain bukan hanya untuk menampung aduan, tapi juga sebagai ruang aman untuk edukasi dan pendampingan secara bertahap,” ujar Ghina.


Dalam audiensi tersebut, Himi PERSIS juga menyampaikan harapan agar Kementerian PPPA dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan berbagai program tersebut, mulai dari edukasi pemberdayaan perempuan, pelatihan relawan psikososial, penguatan ketahanan keluarga, hingga kampanye nasional ruang aman bagi perempuan muda.


Audiensi ini diharapkan menjadi awal sinergi yang berkelanjutan antara Himi PERSIS dan Kementerian PPPA dalam menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat.


Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Himi PERSIS optimistis dapat terus berkontribusi dalam melahirkan muslimah muda yang berdaya, memperkuat ketahanan sosial, serta mendukung terwujudnya Indonesia Maju.


[]

BACA JUGA:

PERSIS Dukung Program HIMI PERSIS Dirikan Rumah Bangkit Cendikia di Yogyakarta

Suasana audiensi HIMI PERSIS dengan KemenPPA.
Reporter: Reporter Editor: Fia Afifah Rahmah