Jakarta, persis.or.id – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Persatuan Islam (KBIHU PERSIS) mulai memberangkatkan jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi ke Tanah Suci.
Hingga saat ini, sebanyak 147 dari total 269 jamaah telah diberangkatkan melalui dua kloter berbeda, yakni Kloter JKS 03 Kabupaten Bogor dan Kloter KJT 24 Kabupaten Bandung.
Sebanyak dua jamaah asal Kloter JKS 03 Kabupaten Bogor telah lebih dahulu berangkat pada 24 April 2026 dalam gelombang pertama, dan mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. Setelah hampir delapan hari berada di Madinah, keduanya kini telah berada di Kota Makkah.
Sementara itu, sebanyak 145 jamaah asal Kloter KJT 24 Kabupaten Bandung dijadwalkan berangkat pada 10 Mei 2026 sebagai bagian dari gelombang kedua. Para jamaah akan mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah Al Mukarromah.
Ketua Bidang Garapan Haji dan Umrah (Bimhajum) Pimpinan Pusat (PP) PERSIS, Asep Ihsan Taufiq, menyampaikan rasa syukur atas mulai diberangkatkannya jamaah KBIHU PERSIS ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah, jamaah KBIHU PERSIS sudah mulai berangkat ke Tanah Suci. Dua jamaah yang berangkat lebih awal saat ini sudah berada di Kota Makkah, sedangkan jamaah gelombang kedua akan langsung menuju Makkah,” ujarnya.
Ia mengimbau, seluruh jamaah agar menjaga kesehatan dan stamina selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima.
“Saya mengimbau, kepada seluruh jamaah yang sudah berada di Tanah Suci agar menjaga kesehatan, selalu berkoordinasi, dan mengikuti arahan Ketua Rombongan (Karom),” katanya.
Selain itu, Ia juga meminta agar jamaah disiplin menaati aturan pemerintah Arab Saudi dan petugas haji demi kelancaran pelaksanaan ibadah.
“Jamaah haji 2026 harus menjaga kesehatan dan stamina, disiplin menaati aturan Arab Saudi dan petugas, serta fokus beribadah untuk mengoptimalkan rangkaian manasik haji,” tegasnya.
Kemudian Ia juga mengingatkan agar jamaah lebih memprioritaskan ibadah utama dan mengurangi aktivitas non-ibadah yang berpotensi menguras tenaga. Jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
“Utamakan ibadah utama dan kurangi kegiatan non-ibadah yang tidak perlu atau berpotensi mengurangi stamina. Selain itu, bijak dalam penggunaan gadget agar tidak mengganggu proses ibadah yang dilaksanakan,” pungkasnya.
[]
BACA JUGA:Hadapi Keberangkatan Jamaah Haji 2026, Ini Pesan Kabidgar Bimhajum PP PERSIS