Jakarta, persis.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag menghadiri Kongres Umat Islam VIII yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (26/7/2026).
Ia menilai, Kongres Umat Islam merupakan forum strategis untuk membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan, sekaligus memperkuat persatuan umat Islam dalam menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, Kongres Umat Islam VIII yang mengusung tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat" memiliki tujuan penting untuk menyatukan umat, baik dalam pemikiran, gerakan, maupun kesadaran kolektif demi memperkuat kontribusi umat Islam terhadap pembangunan bangsa.
"Isu utama yang diangkat dalam kongres ini adalah bagaimana menyatukan umat, menyatukan pemikirannya, menyatukan gerakannya, dan menyatukan kesadaran dalam rangka membangun kekuatan bangsa ke depan," ujar K.H. Jeje Zaenudin.
Ia menjelaskan, berbagai persoalan keumatan dibahas secara komprehensif melalui diskusi yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan dan disiplin ilmu. Selain tokoh masyarakat dan akademisi, kongres juga melibatkan para pemangku kebijakan dari unsur eksekutif, legislatif, hingga yudikatif.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa, termasuk umat Islam sebagai kelompok mayoritas di Indonesia.
"Kongres Umat Islam ini sangat penting karena menjadi ruang dialog dan konsolidasi umat untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi bangsa," katanya.
Meski demikian, Ia menegaskan bahwa keberhasilan kongres tidak hanya diukur dari kualitas diskusi yang berlangsung, melainkan juga dari implementasi hasil dan rekomendasi yang dihasilkan.
Ia berharap, rekomendasi yang lahir dari Kongres Umat Islam VIII dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, serta menjadi panduan bagi organisasi-organisasi Islam dalam memperkuat peran keumatan dan kebangsaan.
"Yang lebih penting lagi nanti adalah hasilnya, yaitu rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan. Rekomendasi tersebut harus dapat diimplementasikan oleh pemerintah, seluruh jajaran kabinet, dan juga oleh umat Islam," tegasnya.
Ketum PP PERSIS ini berharap, Kongres Umat Islam VIII mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang tidak hanya memperkuat persatuan umat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya bangsa yang berdaulat dan negara yang kuat.
"Persatuan umat harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa. Karena ketika umat bersatu, maka kontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara akan semakin besar," tutupnya.
[]
BACA JUGA:Bertolak ke Malaysia, Ketum PERSIS Kiai Jeje Hadiri Majelis Cendekiawan Madani Malaysia–Indonesia