Bandung, persis.or.id — Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persis Kabupaten Bandung menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) dengan mengusung tema “Menjaga Khittah Jam’iyyah: Tawadhu dalam Kepemimpinan, Khidmat Membangun Peradaban.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah gerak organisasi untuk periode 2026–2029. Pada hari Ahad (22/02/2026).
Muskerda yang dihadiri jajaran pengurus, DPD KNPI, perwakilan Pimpinan Wilayah, perwakilan Pimp[inan Cabang, serta unsur badan otonom lainnya. Acara ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat pembaruan. Forum ini tidak hanya menjadi agenda formal penyusunan program kerja, tetapi juga ruang refleksi untuk menguatkan kembali nilai-nilai dasar perjuangan jam’iyyah.
Ketua PD Pemuda Persis Kabupaten Bandung, Ust. Hanafi Anshory, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pola keteladanan dalam kepemimpinan. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah yang harus tercermin dalam sikap tawadhu, integritas, dan konsistensi dalam berkhidmat.
“PD Pemuda Persis harus menekankan kepada pola keteladanan dalam memimpin. Kita harus menjadi contoh, baik bagi sesama pimpinan maupun seluruh anggota di Kabupaten Bandung. Keteladanan adalah ruh dari keberkahan organisasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kepengurusan periode 2026–2029 akan memfokuskan diri pada penguatan pola kolaborasi dengan seluruh badan otonom di lingkungan Persis. Sinergi lintas struktur dinilai sebagai kunci untuk memperluas dampak dakwah dan memperkokoh kontribusi pemuda dalam membangun peradaban umat.
Menurutnya, kolaborasi bukan sekadar kerja bersama, tetapi penyatuan visi dan langkah dalam menjaga khittah jam’iyyah agar tetap berada pada rel perjuangan yang lurus dan terarah.
Selain itu, Ust. Hanafi juga menekankan pentingnya optimalisasi iuran anggota sebagai fondasi utama pembiayaan dakwah Pemuda Persis. Ia menggarisbawahi bahwa kemandirian finansial organisasi harus dibangun dari kesadaran kolektif anggota.
BACA JUGA:Pemuda Proaktif Bukan Reaktif: Merespons Dinamika Kepemimpinan dengan Nilai Amar Ma’ruf Nahi Munkar