Musyrif Diny, K.H. Haris Muslim: Sinergi Petugas dan KBIHU Kunci Kelancaran Armuzna

oleh Henri Lukmanul Hakim

18 Mei 2026 | 06:07

Musyrif Diny Sektor 7 yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Dr. K.H. Haris Muslim.

Makkah, persis.or.id - Musyrif Diny dan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Sektor 7 Misfalah menggelar silaturahmi dan koordinasi bersama pembimbing ibadah kloter, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta ketua rombongan (karom) se-Sektor 7 di kawasan hotel Misfalah, Makkah, Ahad (17/5/2026).


Pertemuan yang dihadiri sekitar 150 peserta tersebut difokuskan pada penguatan layanan pembinaan dan perlindungan jamaah menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).


Dalam arahannya, Musyrif Diny Sektor 7 yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Dr. K.H. Haris Muslim menegaskan pentingnya kolaborasi antara petugas haji, pembimbing ibadah, dan KBIHU.


Hal ini harus dilakukan guna memastikan agar jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik, aman, dan khusyuk.


“Sinergi antara petugas kloter, KBIHU, dan seluruh unsur pembimbing sangat penting agar pelayanan jamaah, terutama saat puncak Armuzna, dapat berjalan optimal,” ujar Ustaz Haris.


Ia menambahkan, KBIHU perlu memiliki kesepahaman dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan petugas kloter dalam mengawal jamaah, baik dari sisi manasik, pembinaan ibadah, maupun perlindungan selama proses ibadah haji berlangsung.


Menurutnya, koordinasi yang solid akan membantu jamaah menjalankan ibadah secara tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan.


“Kami berharap, seluruh pembimbing ibadah dapat berjalan seirama dalam memberikan arahan kepada jamaah agar pelaksanaan manasik dan puncak haji berjalan tertib serta sesuai ketentuan,” katanya.


Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan teknis dan penguatan komunikasi antarpetugas menjelang fase Armuzna yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.


[]

BACA JUGA:

Refleksi Ibadah Haji 2025, Ketum PERSIS: Kekuatan dari Suatu Kepasrahan