Jakarta, persis.or.id - Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Ustadz Ir. H. Faisal Nursyamsi, MBA., hadir di acara silaturahmi dan curah pendapat tentang acara konser Andrea Bocelli, di kantor MUI Pusat, pada Kamis (22/10/2026).
Pada acara tersebut, hadir pula sejumlah tamu undangan dari tokoh ormas Islam, tokoh lintas agama, tokoh seni budaya, kalangan pers, dan Dewan Pimpinan MUI Pusat.
Di antara tokoh lintas agama yang hadir adalah Sri Hartati Murdaya Ketum Walubi (Perwakilan Umat Budha Indonesia). Sedangkan, tokoh ormas Islam yang adalah di antaranya Prof. Dr. Faishol Bin Madhi (Ketua Umum PP Al Irsyad Al Islamiyah) dan Dr. KH. Zaitun Rasmin (Ketua Umum PB Wahdah Islamiyah) yang juga salah satu Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat yang membidangi Kerukunan antar Umat Beragama.
Ust. Faisal hadir sebagai Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI Pusat sekaligus mewakili PP PERSIS bersama dengan Dr. H. Arip Rahman (Kabidgar Hubluneg).
Dalam acara tersebut, Ust. Faisal menyampaikan sikap PP PERSIS tentang Palestina yang, dari sejak dulu jauh sebelum kemerdekaan, tidak dan tidak akan pernah berubah sampai kapan pun, yaitu sikap tegas membela rakyat Palestina untuk mendapatkan hak kemerdekaan penuh dan mengembalikan Masjid Al Aqsha ke pangkuan umat Islam.
Berkaitan dengan rencana konser Andrea Bocelli, Wasekum juga menyampaikan bahwa PP PERSIS sejalan dengan sikap MUI Pusat dan ormas-ormas Islam umumnya, yaitu menolak keras acara konser Andrea Bocelli yang akan diadakan di Candi Borobudur pada tanggal 31 Oktober 2026.
Rekam jejak atau jejak digital Andrea Bocelli sangat jelas keberpihakannya kepada Zionis Israel. Sejak tahun 2003, 2008, 2010, dan yang terakhir 2025 di bulan November mengundang salah seorang ex-tentara IDF yg pernah ditahan oleh Mujahidin Hamas selama beberapa bulan. Bahkan, hadir bersama keluarganya.
Berdasarkan data yang dihimpun tim MUI, Prof. Sudarnoto dalam acara tersebut menyebut bahwa pada 2010 Andrea Bocelli diduga terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF), organisasi yang menghimpun dana untuk mendukung militer Israel.
Empat Poin Sikap MUI
Sebelumnya, Dewan Pimpinan MUI telah menyampaikan pernyataan sikap terkait rencana konser Andrea Bocelli pada 13 Oktober 2026. Dalam pernyataan tersebut, MUI menegaskan empat poin utama melalui Surat Pernyataan Sikap Nomor Kep-111/DP-MUI/X/2026.
Pertama, menolak dengan tegas rencana konser Andrea Bocelli yang akan diselenggarakan di Indonesia.
Kedua, mendorong pemerintah mengambil langkah tegas untuk tidak memberikan izin dan membatalkan seluruh rencana konser Andrea Bocelli.
Ketiga, meminta pemerintah bersikap tegas dan sungguh-sungguh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia yang tidak terafiliasi dengan Zionis Israel. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi dan kebudayaan nasional.
Keempat, meminta pihak Andrea Bocelli dan seluruh pihak terkait memahami serta menghormati keputusan MUI, sekaligus tidak menyampaikan pandangan yang kontraproduktif terhadap sikap tersebut.
Pernyataan ini menegaskan bahwa MUI memandang persoalan konser bukan semata-mata sebagai agenda hiburan, melainkan juga sebagai persoalan yang berkaitan dengan sikap moral, kepedulian terhadap Palestina, dan pertimbangan kepentingan nasional.
Sikap PP PERSIS
Sejalan dengan sikap MUI, PP PERSIS akan selalu mengedepankan persoalan kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina. Soal kemanusiaan di atas masalah seni, ekonomi dll. Ongkos sosial yang akan ditanggung oleh rakyat dan pemerintah tidak bisa dinilai dengan soal devisa yang konon bernilai milyaran rupiah.
Para tokoh pendahulu PERSIS dan founding fathers bangsa Indonesia telah menanamkan sikap yg jelas tentang pembelaan terhadap rakyat Palestina yang akan terus berjuang bersama sampai mereka mendapatkan kemerdekaan abadi.
Semoga Pemerintah akan bergandengan tangan dengan MUI dan ormas-ormas Islam untuk sama-sama menolak acara konser Andrea Bocelli, dengan pertimbangan yang sejalan yaitu soal kemanusiaan di atas segalanya, khususnya soal Penderitaan yang sampai saat ini masih terus menimpa rakyat Palestina khususnya di Gaza.
[]
BACA JUGA:Ketua Umum PP PERSIS: Daurah Ushul Fiqih Wadah Strategis Lahirkan Kader Ulama yang Adaptif terhadap Zaman