Tafsir Al-Furqon Surat Al-Maidah Ayat 1-10

oleh Asep Sofyan Nurdin

04 April 2025 | 18:24

Tafsir Al-Furqon Surat Al-Maidah Ayat 1-10

سورة الماۤئدة

SURAT AL-MAIDAH

(HIDANGAN)

Surah ke 5; 120 Ayat

Diwahyukan di Madinah Kecuali ayat ke 3

Ayat 1-10



﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِۗ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ ١ ﴾


1. Hai orang-orang yang beriman! Sempurnakanlah ’uqud. Dihalalkan binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepada kamu, padahal kamu tidak menghalalkan buruan di waktu kamu berihram. Sesungguhnya Allah menghukum apa yang Ia kehendaki.642)


﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ٢ ﴾


2. Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu berlaku semau-mau pada batas-batas Allah, dan jangan pada bulan yang dihormati, dan jangan pada qurban dan jangan pada qurban yang tandakan leher-lehernya, dan jangan pada orang-orang yang menuju ke Rumah yang mulia dengan maksud mencari rezeki dari Tuhan mereka dan keridlaan-Nya; tetapi sesudah kamu selesai dari pekerjaan haji, bolehlah kamu berburu; dan janganlah kebencian (kamu kepada) satu kaum lantaran mereka pernah halangi kamud ari Masjid yang mulia itu, menyebabkan kamu melewati batas; tetapi hendaklah kamu bertolong-tolongan atas kebaikan dan bakti, dan janganlah kamu bertolong-tolongan atas dosa dan pemusnahan; dan hendaklah kamu takut kepada Allah, karena sesungguhnya Allah itu sangat keras siksa-Nya.643)


﴿ حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٣ ﴾


3. Diharamkan atas kamu (makan) bangkai, dan darah, dan daging babi, dan apa-apa yang disembelih karena yang lain dari Allah; dan yang (mati) dicekek, dan yang (mati) dipukul, dan yang (mati) jatuh dari atas, dan yang (mati) ditanduk dan yang (mati) ditokak binatang buas, kecuali barang yang kamu (sempat) sembelih, dan (binatang) yang disembelih atas nushub, dan (diharamkan) kamu memeriksa nasib dengan undi. Yang demikian itu adalah kedurhakaan. Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa (pada menarik kamu) daripada agama kamu. Lantaran itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi hendaklah kamu takut kepada-Ku. Pada hari ini Aku telah sempurnakan kepada kamu agama kamu dan Aku telah cukupkan atas kamu ni’mat-Ku, dan Aku telah ridla Islam itu sebagai agama buat kamu. Tetapi barangsiapa terpaksa pada (waktu) kelaparan, padahal ia tidak sengaja mau berdosa, maka sesungguhnya Allah itu Pengampun, Penyayang.644)


﴿ يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَآ اُحِلَّ لَهُمْۗ قُلْ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ٤ ﴾


4. Mereka akan bertanya kepadamu apakah yang dihalalkan bagi mereka. Katakanlah; ”Dihalalkan buat kamu barang yang baik-baik; dan apa-apa yang kamu ajar dari binatang-binatang penangkap, padahal kamu biasakan mereka berburu, kamu ajar mereka dari apa yang Allah telah ajar kepada kamu, maka makanlah apa yang mereka tangkap buat kamu, dan sebutlah nama Allah atasnya; dan takutlah kepada Allah, karena Allah itu cepat pengiraan-Nya.645)


﴿ اَلْيَوْمَ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۗ وَطَعَامُ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حِلٌّ لَّكُمْ ۖوَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖوَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الْمُؤْمِنٰتِ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسٰفِحِيْنَ وَلَا مُتَّخِذِيْٓ اَخْدَانٍۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهٗ ۖوَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ࣖ ٥ ﴾


5. pada hari ini, dihalalkan untuk kamu (barang) yang baik-baik -dan makanan orang-orang (kafir) yang diberi kitab itu halal bagi kamu, dan makanan kamu halal buat mereka- dan (halal) perempuan-perempuan yang merdeka daripada Mu’minat dan (halal) perempuan-perempuan merdeka dari (golongan) orang-orang (kafir) yang diberi Kitab dahulu dari pada kamu, apabila kamu beri maskawin mereka, padahal kamu bernikah, bukan kamu berzina dan bukan kamu jadikan gundik-gundik; dan barangsiapa menolak iman, maka sesungguhnya gugurlah amalnya; dan adalah ia di Akhirat, dari orang-orang yang rugi.


﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٦ ﴾


6. Hai orang-orang yang beriman apabila kamu (mau) berdiri sembahyang, hendaklah kamu cuci muka-muka kamu, dan tangan-tangan kamu sampai siku-siku kamu, dan sapulah kepala kamu, dan (cucilah) kaki-kaki kamu sampai dua mata kaki; dan jika kamu berjunub, hendaklah kamu mandi; dan jika kamu sakit, atau dalam pelayaran, atau seorang daripada kamu datang dari buang air, atau kamu sentuh perempuan, tetapi kamu tak dapat air, maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah yang bersih, yaitu kamu sapu muka kamu dan tangan kamu dengannya. Allah tidak hendak membikin keberatan atas kamu, tetapi Ia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya atas kamu, supaya kamu bersyukur.646)


﴿ وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهٖٓ ۙاِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ ٧ ﴾


7. Dan ingatlah ni’mat Allah atas kamu dan perjanjian-Nya yang Ia janjikan kepada kamu di waktu kamu berkata: ”Kami mendengar dan kami ta’at”,647) dan hendaklah kamu takut kepada Allah, karena Allah itu Mengetahui isi dada-dada (kamu).


﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ٨ ﴾


8.  Hai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu jadi manusia yang lurus karena Allah, menjadi saksi dengan adil; dan janganlah kebencian kamu atas satu kaum menyebabkan kamu tidak adil. Belaku adil, karena ia itu lebih hampir kepada kebaktian; dan takutlah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah amat Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


﴿ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۙ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ ٩ ﴾


9.  Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa mereka akan dapat keampunan dan ganjaran yang besar.


﴿ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ ١٠ ﴾


10. Dan mereka yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, ialah orang-orang (yang jadi) sahabar neraka.


________________________________________


642) Hai orang-orang yang beriman! Sempurnakanlah uqud, yaitu perjanjian seseorang kepada Tuhannya akan taat mengerjakan perintah dan jauhi larangan, dan perjanjian seseorang kepada seorang lain, dan perjanjian seseorang kepada dirinya sendiri, seperti bernazar atau bersumpah tidak kerjakan itu dan ini.


Dihalalkan untuk kamu, binatang-binatang ternak, seperti kambing, sapi, onta, dan sebagianya. Cuma yang diharamkan atas kamu, ialah yang akan diterangkan kepada kamu, yaitu empat perkara: bangkai, darah, babi, dan sesuatu yang disembelih buat lain dari Allah, seperti yang akan tersebut di Ayat ketiga dari surah ini. Dihalalkan binatang-binatang itu buat kamu, apabila kamu tidak menghalalkan buruan di waktu kamu di dalam ihram, yakni tidak halal kamu berburu di waktu kamu sudah masuk mengerjakan ibadat haji, Allah hukumkan bageitu, karena Ia berhak menghukum sebagaimana Ia mau.


643) Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu berlaku semau-mau kamu pada syi’ar-syi’ar Allah, yakni janganlah kamu langgar batas-batas yang ditentukan oleh Allah di dalam ibadat haji, sembahyang, dan lainnya; dan janganlah kamu berbuat semau-mau kamu di bulan yang dihormat, yaitu bulan Dzilqa’sudah, Dzil hijjah, Muharram, dan Rajab, yakni janganlah kamu mulai memerangi siapa-siapa di dalam bulan-bulan itu; dan janganlah kamu berlaku sesuka-suka kamu, di tentang binatang yang dikirim ke Makkah untuk jadi Kurban; dan janganlah kamu ganggu binatang-binatang terpilih yang orang-orang untukkan buat kurban yang mana telah diberi tanda dengan kalung di leher-lehernya; dan janganlah kamu ganggu siapa-siapa manusia yang datang ke Rumah yang terhormat, yakni ke Makkah dengan maksud berdagang dan beribadat, mencari keridlaan Allah. Tetapi apabila kamu sudah jadi halal, yakni sudah habis pekerjaan haji kamu, bolehlah kamu berburu, karena berburu waktu itu, tidak dikatakan kamu melanggar syi’ar Allah, asal saja di luar batas tanah Makkah; dan lantaran kaum kafir Makkah pernah halangi kamu daripada masuk Masjid yang terhormat itu, janganlah kebencian kamu kepada mereka menyebabkan kamu melewati batas; dan hendaklah kamu bertolong-tolongan atas jalan kebaikan dan bakti; dan janganlah kamu bertolong-tolongan atas mengerjakan dosa dan permusuhan; dan hendaklah kamu takut kepada Allah, karena Allah itu sangat keras siksa-Nya.


644) Diharamkan kamu makan bangkai, darah, babi, sesuatu yang disembelih buat lain dari Allah, binatang yang mati dicekik, yang mati dipukul, yang mati jatuh dari tempat tinggi, yang mati ditanduk oleh binatang buas –(lima macam ini disamakan dengan bangkai)- kecuali kamu sempat sembelih dan haram binatang yang disembelih di atas nushub, yaitu di tempat sembelihan yang tertentu buat berhala dan haram kamu menilik dengan buang undi atau lainnya, karena sekalian yang tersebut itu pekerjaan durhaka. Padah hari ini kaum kafir itu telah putus asa daripada menarik kamu keluar dari agama kamu. Lantaran itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi hendaklah kamu takut kepada-Ku. Pada hari ini Aku telah sempurnakan agama kamu dan Aku telah cukupkan atas kamu nikmat agama, dan Aku telah suka dan ridha jadikan Islam itu sebagai agama buat kamu. Tetapi barang siapa terpaksa memakan sesuatu yang diharamkan itu pada waktu kelaparan serta ia tidak sengaja mau, maka Allah maafkan, lantaran Allah itu Pengampun, Penyayang.


645) Mereka akan bertanya kepadamu dari hal makanan yang halal bagi mereka. Jawablah, bahwa makanan yang halal bagi kamu, ialah semua barang yang baik. Binatang-binatang penangkap, seperti anjing, serigala, elang, rajawali, dan lain-lainnya itu, kalau sudah kamu ajar dan biasakan mereka berburu, maka bolehlah kamu makan binatang yang ditangkapnya semata-mata untuk kamu, tetapi hendaklah kamu sebut nama Allah waktu melepaskan penangkap-penangkap itu; dan hendaklah kamu takut kepada Allah, karena Allah itu Pengira amal Yang amat cepat.


646) Hai orang-orang yang beriman! Kalau mau sembahyang hendaklah kamu berwudlu, yaitu cuci muka, dua tangan sampai siku, sapu kepala, dan cuci dua kaki sampai mata kaki. Kalau kamu berjunub hendaklah kamu mandi. Jika kamu sakit yang tak bisa atau tak boleh kena air, atau kamu di dalam safar, yaitu dalam pelayaran laut atau darat, bolehlah kamu bertayamum, walaupun ada air, dan jika kamu lepas buang air besar atau kecil atau berangin atau lepas bercampur laki-istri, dan tidak dapat air, maka bolehlah kamu bertayamum, yaitu sapu muka dan dua tangan sampai pergelangan saja, dengan tanah yang bersih, lalu kamu gugurkan tanah tebal dari tapak tangan kamu, maka dengan bekas tanah yang sedikit itu hendaklah kamu sapukan dan di dua tangan kamu sampai pergelangan saja Tepukan buat muka dan tangan itu hanya sekali saja. Allah memerintahkan kamu berbuat begitu bukan hendak payahkan kamu atau kotorkan muka kamu, tetapi ialah hendak bersihkan batin daan ruh kamu, supaya biasa kamu menunduk kepada perintah Allah, dan Ia hendak menyempurnakan ni’mat-Nya atas kamu dengan sebab kamu taat itu, Ia atur begitu, supaya kamu menerima Kasih kepada-Nya.


647) Yakni, di waktu seorang memilih agama Islam, berarti telah berjanji hendak menerima ajaran-ajarannya dan mentaatinya.



BACA JUGA:

Tafsir Al-Furqon Surat An-Nisa Ayat 163-176