Jakarta, persis.or.id — Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima PERSIS) Jakarta menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong modernisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi menuju kota global (Global City).
Berdasarkan data yang berkembang, dari total 153 pasar di Jakarta, saat ini lebih dari 60 pasar telah menerapkan sistem pembayaran yang sepenuhnya terdigitalisasi.
Hal ini menunjukkan komitmen serius Pemprov DKI Jakarta dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam ekosistem ekonomi kerakyatan.
Selain itu, peresmian revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjadi bukti konkret bahwa transformasi pasar tidak hanya berfokus pada sistem, tetapi juga pada perbaikan infrastruktur fisik.
Revitalisasi ini diharapkan mampu menghadirkan pasar yang lebih rapi, nyaman, aman, serta mampu meningkatkan daya saing pelaku UMKM.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Hima PERSIS Jakarta, Ihsan Abdul Haq, menyampaikan harapannya agar program revitalisasi dan modernisasi pasar dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah Jakarta.
“Pasar bukan sekadar ruang transaksi ekonomi, tetapi juga merupakan pusat interaksi sosial masyarakat yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hima PERSIS Jakarta juga mengapresiasi arah kebijakan Pemprov yang tidak hanya menitikberatkan pada pembenahan fisik bangunan pasar, tetapi juga pada transformasi sistem transaksi menuju digitalisasi.
Langkah ini dinilai relevan dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat inklusi keuangan di tingkat akar rumput.
Dengan berbagai upaya tersebut, Hima PERSIS Jakarta berharap modernisasi pasar di Jakarta dapat terus berlanjut secara berkelanjutan, inklusif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
[]
BACA JUGA:Hima Persis Jakarta Dorong DPRD DKI Jakarta Perhatikan Kemerataan Akses Pendidikan di Kepulauan Seribu