Madura, persis.or.id — Pondok Pesantren Al Barkah di Pulau Pagerungan Kecil, Sapeken, Sumenep, mengusung tema "Mulia dengan Ilmu, Maju dengan Akhlak" pada acara Akhirus Sanah yang digelar akhir pekan lalu.
Acara itu menandai kelulusan santri serta perkembangan lembaga pendidikan Islam yang berdiri sejak 1990 tersebut.
Pulau Pagerungan Kecil, yang memiliki luas sekitar 2,76 kilometer persegi dengan panjang maksimal 2,4 km dan lebar 1,5 km, berpenduduk sekitar 6.360 jiwa dan termasuk wilayah Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh santri bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Mudirul Am Al Ittihad Al Islami Al Barkah, KH. Shodiq Ja'far, dalam sambutannya.
KH Shodiq juga menjelaskan bahwa Al Barkah merupakan bagian dari perluasan sayap dakwah Persatuan Islam (PERSIS) di Sapeken dan bertanggung jawab membentuk santri yang memahami Islam secara kaffah.
Dalam acara tersebut, Ustadz Syamsul Bahri, S.Pd.I., anggota DPRD Kabupaten Sumenep, menegaskan bahwa tradisi kelulusan pesantren bukan sekadar seremoni. "Kehadiran pesantren di Pagerungan Kecil sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya, seraya memuji peran pondok dalam pendidikan dan pembinaan akhlak.
KH. Drs. Uus M. Ruhiat, Ketua Bidang Dakwah Pimpinan Pusat (PP) PERSIS, menyampaikan taujih tentang pentingnya menuntut ilmu.
"Keterbatasan tempat bukanlah halangan untuk menuntut ilmu, apalagi di era sekarang," kata KH Uus, memotivasi para santri untuk terus belajar meski berada di daerah terpencil.
Turut hadir sejumlah pengurus PP PERSIS, antara lain Dr. Ihsan Setiadi Latief (Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi), Dr. Yusuf Tajri (Bidang Dakwah Terpencil), dan Asep Ihsan Taufiq (Ketua Bidang Haji dan Umroh), yang memberikan dukungan dan apresiasi terhadap perkembangan pesantren.
Pondok Pesantren Al Barkah yang didirikan pada 1990 itu bermula dari semangat dakwah dan niat kuat mendirikan pendidikan Islam berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Seiring waktu, pesantren berkembang dan kini menaungi jenjang pendidikan formal mulai dari PAUD, Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah santriwati tercatat aktif mengikuti pembelajaran pada beberapa jenjang, khususnya di tingkat MTs dan MA.
Beberapa tokoh kelahiran dan yang besar di Pagerungan Kecil disebut juga turut mewarnai sejarah pulau, antara lain Syekh Puan Maharani, Syekh Abdi Ghani, KH. Husein, KH. M. Bakri, dan KH. Abdul Karim.
[]
BACA JUGA:PP PERSIS lakukan pembinaan kejamiyahan di Sapeken dan pulau sekitarnya