Ketua Bidang Dakwah PP PERSIS: Ibadah Haji Dapat Jadi Harapan Perdamaian

oleh Henri Lukmanul Hakim

25 April 2026 | 17:57

Ketua Bidang Dakwah PP PERSIS, Drs. K.H. Uus Muhammad Ruhiat. (Foto: PERSIS Photography)

Bandung, persis.or.id - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP| PERSIS) mengajak seluruh jamaah haji Indonesia untuk tetap khusyuk beribadah sembari memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab.


Hal ini disampaikan Ketua Bidang Dakwah PP PERSIS, Drs. K.H. Uus Muhammad Ruhiat, ketika dimintai keterangannya, Kamis (23/4/2026).


Di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, ibadah haji tahun ini tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga akan menjadi momentum penting untuk menghadirkan harapan perdamaian dunia.


Ia menilai, momen ibadah haji juga memiliki kekuatan spiritual yang besar untuk mengetuk pintu perdamaian global.


“Momentum haji ini sangat tepat. Di tengah ketegangan geopolitik, jemaah harus memperbanyak doa, terutama saat wukuf di Arafah, untuk memohon kedamaian dunia,” ujarnya.


Menurutnya, di tengah situasi dunia yang tidak menentu, ketenangan batin dan kekhusyukan ibadah menjadi hal utama yang harus dijaga oleh setiap jamaah.


Karenanya, Ia mengingatkan agar jemaah tetap fokus beribadah tanpa mengabaikan aspek kewaspadaan.


“Jamaah harus tetap tenang, fokus, dan khusyuk. Namun tetap waspada terhadap situasi yang berkembang,” katanya.


Mengutip sabda Nabi Muhammad Saw, K.H. Uus yang juga anggota Dewan Hisbah PP PERSIS menegaskan bahwa doa merupakan kekuatan utama bagi seorang mukmin.


Karena itu, Ia mengajak jamaah untuk menjadikan setiap momen ibadah sebagai sarana memohon keselamatan dan kedamaian bagi umat manusia.


Ia menambahkan, ibadah haji adalah simbol persatuan umat Islam dari berbagai latar belakang bangsa, ras, dan budaya.


“Saat jutaan umat berkumpul tanpa memandang perbedaan, di situlah pesan perdamaian harus sampai kepada seluruh dunia,” ujarnya.


Selain memberikan pesan kepada para jamaah haji, PERSIS juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam memastikan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi.


Di tengah dinamika global, penyelenggaraan haji diyakini tetap berjalan dengan pengawasan ketat.


“Haji harus menjadi momentum untuk menghadirkan kedamaian, bukan hanya bagi umat Islam, tetapi bagi seluruh dunia,” tutupnya.


[]

BACA JUGA:

Refleksi Ibadah Haji 2025, Ketum PERSIS: Kekuatan dari Suatu Kepasrahan