Bandung, persis.or.id – Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri PERSIS, Hawa Hafifah Putri Susanto menyoroti realitas kehidupan modern saat ini, yang diiringi oleh derasnya arus informasi.
Hal tersebut diungkapkannya saat acara pelantikan pengurus Pimpinan Pusat (PP) IPPi PERSIS pada Sabtu, 19 September 2026, di Aula Kantor PP PERSIS, Kota Bandung.
Pelantikan yang mengusung tema “Manifestasi Gerakan IPPi PERSIS sebagai Ruang Aktualisasi Pelajar Putri Menuju Generasi Ar-Raasikhuuna Fil’ilmi” ini memiliki makna tersendiri.
Menurutnya, tema tersebut diangkat sebagai respon strategis terhadap dinamika zaman yang kian menantang bagi pelajar muda. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan pandangan yang tajam dan menggugah semangat para kader yang hadir.
“Hari ini kita hidup di era ketika informasi tersedia dengan mudah, tetapi kedalaman ilmu semakin tergerus. Kita melihat bagaimana pelajar hari ini dihantam gelombang digitalisasi, krisis identitas, kekerasan berbasis cyber, hingga pergeseran nilai-nilai moral,” ujar Hawa.
Sebagai pelajar krtisis dan responsif, muncul pertanyaan mengenai posisi kaum terpelajar di tengah arus zaman. “Apakah kita hanya akan menjadi penonton yang pasif?” tandasnya.
Hawa kemudian mengingatkan para kader dengan mengutip sebuah pesan bermakna mendalam dari tokoh bangsa, M. Natsir, “Tenggelam atau terapung? Kita tidak boleh diam, teruslah mengayuh agar tidak terbawa arus,” tegasnya.
Ia menegaskan, saat ini sudah saatnya pelajar PERSIS menegaskan arah kompas pergerakan melalui manifestasi gerakan IPPi PERSIS sebagai ruang aktualisasi pelajar putri menuju generasi Ar-Raasikhuuna Fil’Ilmi.
“Ruang aktualisasi menjadi sangat penting sebagai wadah yang sangat produktif bagi potensi-potensi pelajar putri,” tandasnya.
Ia menjelaskan bahwa akhir dari aktualisasi diri ini akan bermuara pada lahirnya generasi Ar-Raasikhuuna Fil’Ilmi, yakni generasi yang ilmunya mendalam, mengakar kuat, pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta memiliki wawasan yang luas.
Menurutnya, manifestasi gerakan tersebut diwujudkan dalam tiga pilar utama. Pertama, generasi yang tidak mudah goyah oleh paham yang merusak moral. Kedua, generasi yang ilmiah. Ketiga, responsif terhadap permasalahan sekitarnya.
Acara yang berjalan dengan khidmat tersebut dihadiri oleh para Otonom PERSIS, di antaranya Wakil Sekretaris Umum PP PERSIS, Ustaz Ir. H. Muhammad Faisal Nursyamsi; Ketua Umum PP Pemuda PERSIS, Ustaz Hilman Rasyid, M.Pd.; perwakilan PP Pemudi PERSIS, serta Ketua Umum PP HIMI PERSIS, Lutfi Anbar Fauziah, S.Ag.
Kegiatan pelantikan tersebut juga dihadiri oleh para kader IPPi PERSIS dari berbagai wilayah Indonesia, mencakup seluruh pimpinan level, baik wilayah maupun daerah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) penetapan Tasykil PP IPPi PERSIS. Kemudian Pelantikan dan Pembaiatan oleh Ketua Umum IPPi, Hawa Hafifah Putri Susanto.
Melalui momentum pelantikan ini, PP IPPi PERSIS diharapkan mampu menjadi tonggak baru dalam memperkuat semangat kaderisasi, intelektualitas, serta kontribusi nyata pelajar putri PERSIS bagi umat, bangsa, dan masa depan peradaban Islam yang lebih gemilang.
[]
BACA JUGA:Transformasi Dakwah Modern Ala IPPi PERSIS Lewat “Cinema Discours: Pelajar Putri Bicara Tentang Khoas”