Lepas 50 Jamaah Umrah Karya Imtaq, KH Sofyan Munawar Tekankan Dua Hal Ini

oleh Henri Lukmanul Hakim

•

07 Oktober 2026 | 18:38

Ketua PW PERSIS Jakarta, Drs. K.H. Sofyan Munawar secara simbolik menyematkan syal Karya Imtaq kepada pembimbing, Ustaz Arfie Novrian. S.S.

Jakarta, persis.or.id - Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) DKI Jakarta, Drs. K.H. Sofyan Munawar, mengingatkan 50 jamaah umrah PW PERSISTRI DKI Jakarta agar tidak memaknai perjalanan ke Tanah Suci sekadar sebagai perjalanan fisik. Menurutnya, umrah merupakan perjalanan hati untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Pesan tersebut disampaikan K.H. Sofyan saat memberikan tausiyah sekaligus melepas rombongan jamaah umrah PW PERSISTRI DKI Jakarta, bersama PT Karya Imtaq di Pesantren Persatuan Islam (PPI) 69 Matraman, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026) pagi.


Ia mengatakan, keberangkatan umrah yang telah dipersiapkan sejak jauh hari merupakan hasil dari kesungguhan, niat, dan ikhtiar. Karena itu, jamaah perlu mempersiapkan diri secara lahir maupun batin sebelum berangkat.


Menurut K.H. Sofyan, persiapan umrah tidak cukup hanya dengan menyiapkan pakaian, paspor, biaya perjalanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya. Hal yang lebih penting adalah mempersiapkan hati dan meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.


“Umrah itu bukan sekadar perjalanan dari Indonesia menuju Makkah dan Madinah. Umrah adalah perjalanan hati untuk kembali mendekat kepada Allah SWT,” ujar K.H. Sofyan.


Karena itu, Ia meminta agar jamaah tidak menjadikan ibadah umrah sebagai sarana mencari pengakuan, popularitas, atau sekadar pengalaman perjalanan. Sebaliknya, jamaah diminta datang ke Tanah Suci sebagai hamba yang membutuhkan kedekatan dengan Allah SWT.


“Jangan hanya mempersiapkan pakaian ihram, paspor, uang, obat-obatan, dan keperluan lainnya. Yang paling penting adalah menyiapkan hati. Luruskan niat, jangan berbelok ke mana-mana. Berangkatlah semata-mata karena Allah,” tuturnya.


Ia juga mengingatkan jemaah bahwa kesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci merupakan nikmat sekaligus izin dari Allah SWT. Karenanya, jamaah hendaknya tidak merasa paling layak untuk berada di sana, melainkan bersyukur karena telah mendapatkan kesempatan untuk memenuhi panggilan tersebut.


Selama berada di Tanah Suci, Ia meminta seluruh jemaah menjaga sikap dan akhlak. Terlebih, rombongan yang berjumlah 51 orang, termasuk pembimbing, akan menjalani perjalanan bersama sehingga sikap saling membantu dan menghormati menjadi hal penting.


“Jangan egois, jangan hanya ingin selamat sendiri dan nyaman sendiri. Karena kita berangkat bersama, maka harus saling membantu dan saling menolong,” tuturnya.


Selain itu, K.H. Sofyan juga meminta jemaah mengendalikan emosi dan memperbanyak kesabaran. Sebab, kondisi di Tanah Suci, seperti kepadatan saat tawaf, antrean, maupun perbedaan karakter antarjemaah, dapat menjadi ujian tersendiri.


Ia juga mengingatkan agar jamaah tidak mudah mencari kesalahan orang lain. Menurutnya, kualitas ibadah tidak hanya tercermin dari kekhusyukan saat berdoa atau membaca Al-Qur’an, tetapi juga dari kemampuan menjaga akhlak ketika berinteraksi dengan sesama.


“Kadang kita bisa sabar dan khusyuk ketika membaca Al-Qur’an, tetapi ketika antre di lift atau antre makan justru tidak sabar. Karena itu, jaga kesabaran dan akhlak selama di Tanah Suci,” katanya.


Di sisi lain, Ia juga berpesan agar seluruh jamaah turut menjaga nama baik jam’iyyah PERSIS selama menjalankan ibadah umrah. Sebab, perilaku setiap jamaah juga membawa nama baik organisasi dan PT Karya Imtaq sebagai penyelenggara perjalanan. “Jaga nama baik Jam’iyyah PERSIS dan jaga nama baik Karya Imtaq,” pesannya.


Ia berharap, perjalanan tersebut menjadi momentum bagi para jemaah untuk memperbaiki diri, memperkuat kesabaran, menjaga akhlak, serta semakin mendekatkan hati kepada Allah SWT.


Dengan demikian, ibadah umrah tidak berhenti pada rangkaian perjalanan dan ritual, tetapi juga membawa perubahan dalam sikap dan kehidupan jemaah setelah kembali ke Tanah Air.


[]

BACA JUGA:

PW PERSIS DKI Jakarta Apresiasi Gebrakan PD PERSIS Jakarta Pusat dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Islam