Mudirul 'Aam PPI 31 Banjaran Tekankan Pentingnya Kaderisasi Saat Melepas Santri PLKJ di Cianjur

oleh Fia Afifah

09 Mei 2026 | 16:01

Santri PLKJ PPI 31 Banjaran setelah acara penerimaan dengan PD PERSIS Kabupaten Cianjur di PPI 04 Cianjur.

Cianjur, persis.or.id – Sebanyak 107 santri Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 31 Banjaran mulai hari ini (9/5/2026) akan menjalani program Program Latihan Khidmat Jam'iyyah (PLKJ) di lima Pimpinan Cabang (PC) PERSIS Kabupaten Cianjur.


Para santri dibagi menjadi beberapa kelompok dan ditempatkan di enam PC dan dan tujuh PJ yang berada di bawah kordinasi Pimpinan Daerah (PD) PERSIS Kabupaten Cianjur, yakni PC Cianjur, Cikalong, Cibeber, Cilaku, Pacet, dan Ciranjang.


Hal tersebut diungkapkan oleh Mudirul ‘Aam PPI 31 Banjaran, H. Danis Wijaksana, Lc., M.Si. di acara penerimaan santri peserta PLKJ di PPI 04 Cianjur.


Dalam sambutannya, Ia menyebutkan bahwa para santri PLKJ akan berada di Cianjur hingga Kamis, 21 Mei 2026 nanti.


Mudirul ‘Aam PPI 31 Banjaran, H. Danis Wijaksana, Lc., M.Si., menyampaikan hal ini dalam sambutan kegiatan yang bertajuk ‘Santri Mengabdi untuk Kuatkan Iman, Amalkan Ilmu, dan Kokohkan Ghirah Jamiyyah di Tengah Masyarakat’ ini.


Ia menekankan pentingnya program kaderisasi seperti PLKJ yang visioner ini sebagai bagian dari warisan founding father PERSIS, khususnya menjelang Abad 21 dengan semangat kolaborasi.


Jazakumullah katsieran atas sediaan dan penerimaan dari jamiyyah PERSIS Cianjur dan asatidzah PPI 04 Cianjur,” ungkapnya.


H. Danis menambahkan bahwa PLKJ bukan sekadar kewajiban, melainkan momen untuk mencari pengalaman dan berkemanfaatan, untuk menyiapkan kader muslim yang siap ditempatkan di mana saja.


"Ini diharapkan akan menjadi bekal agar santri siap menjadi mujahid dakwah yang bermanfaat bagi masyarakat umat, bukan hanya menggugurkan kewajiban," katanya.


Ia menjelaskan, sebelum menjalankan PLKJ di Cianjur, para santri telah melalui beberapa program persiapan terlebih dahulu, yakni Sebar Santri dan Sebar Dakwah.


“Sebelumnya, para santri telah disebar ke berbagai Pimpinan Jamaah (PJ) yang ada di PC Banjaran. Ini akan menjadi pengalaman agar siap menjadi mujahid dakwah yang bermanfaat bagi masyakat dan umat,” katanya.


Ia juga menjelaskan pemilihan waktu pelaksanaan PLKJ yang memilih di semester 2. “Kami memilih di waktu terakhir agar seluruh kegiatan akademis berakhir, sehingga akan memberikan pengalaman luar biasa dan lebih bermanfaat karena persiapannya lebih maksimal,” tuturnya.


PD PERSIS Cianjur Beri Sambutan Hangat


Sebagai perwakilan dari PD PERSIS Cianjur, H. Surahmat. Dj. S.Ag, M.Pd., menyambut baik kegiatan ini. Ia juga menjelaskan mengenai makna PLKJ.


"PLKJ adalah tempat aksi nyata untuk mengenalkan memperlihatkan kemampuan santri. Harapan terbesar jamiyyah adalah PLKJ meningkatkan ghirah berjam’iyyah, dan belajar menelusuri jejak Al-Qur'an dan Sunnah di masyarakat," ungkapnya.


Ia menekankan PLKJ sebagai pembelajaran sosial untuk mengaplikasikan ilmu pesantren sehari-hari, aktif di otonom, dan menjadi miniatur kehidupan Islam. "Dunia dakwah tidak semudah dibayangkan; ini wahana terus belajar tanpa henti," tambahnya.


Perwakilan santri PLKJ, Hilal Sihabudin menyatakan niat tulus mereka dalam kegiatan PLKJ ini. Karenanya, pihaknya meminta izin agar dapat bersama-sama belajar dari masyarakat.


“Bukan sekadar sekolah yang menerima manfaat, tapi belajar pengabdian, kehidupan, dan dakwah. Hari ini kami bukan tamu atau musafir, tapi kami akan memanfaatkan dan mengamalkan pelajaran yang telah dipelajari di pesantren," katanya.


Mereka menegaskan PLKJ bukan agenda normal atau syarat kelulusan semata, melainkan kesempatan mengambil hikmah meski masih jauh dari sempurna, sambil meminta maaf kepada PD dan PC jika di kemudian hari ada kesalahan yang mereka lakukan.


[]

BACA JUGA:

Tafhim PERSIS Banjaran: Tanamkan Militansi sebagai Ruh Perjuangan

Mudirul ‘Aam PPI 31 Banjaran, H. Danis Wijaksana, Lc., M.Si. saat memberikan sambutan.
Reporter: Fia Afifah Editor: Fia Afifah Rahmah