Silaturahim PP PERSIS kepada KH. Ad-Dailamy Abu Hurairah: Tokoh Sentral Pembaharuan Pergerakan Islam di Kepulauan Sepeken Madura.

oleh Reporter

25 Juni 2026 | 07:41

KH. Ad-Dailamy Abu Hurairah, tokoh pembaharuan Islam di Kecamatan Sapeken-Sumenep Madura. saat menerima delegasi PP PERSIS.

Madura, persis.or.id – Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) melakukan melakukan kunjungan silaturahim ke kediaman KH. Ad-Dailamy Abu Hurairah, tokoh pembaharuan Islam di Kecamatan Sapeken-Sumenep Madura.  


Di antaranya adalah K.H. Drs. Uus Muhammad Ruhiat selaku Ketua Bidang Dakwah, Dr. Ihsan Setiadi Latief selaku Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, Dr. Yusuf Tajri selaku Ketua Bidang Garapan Dakwah Terpencil, dan Ustadz H Asep Ihsan Taufiq selaku Ketua Bidang Garapan Haji dan Umroh.


Dalam kunjungannya ke rumah dakwah Abu Hurairoh, Ustadz K.H. Daelami menyambut dengan bahagia kedatangan tamu dari PP PERSIS tersebut, dan berharap agar kunjungan serupa terus berlanjut. “Sehingga keberadaan PERSIS semakin eksis dakwah Qur'an Sunnah di Kepulauan Sepeken,” harapnya.


KH. Ad-Dailamy Abu Hurairah Lahir di Sapeken pada 18 Februari 1952, Ia adalah putra dari KH. Abuhurairah.


Ad-Dailamy mendapat didikan dari keluarganya sampai umur 16 tahun, kemudian dia belajar di Pesantren Persatuan Islam 1968-1973 di Bangil Jawa Timur, pimpinan Ustadz Abdul Qadir Hassan. Setelah selesai belajar di Bangil 1974, Ia kembali ke Sapeken untuk melakukan pembaharuan Islam.


Kondisi Wilayah Sapeken


Kepulauan Sapeken adalah gugusan pulau di ujung timur Kabupaten Sumenep, Madura, yang terkenal sebagai lumbung ikan dan surga bahari tersembunyi. Wilayah ini secara administratif masuk ke dalam wilayah Provinsi Jawa Timur.


Meskipun berada di wilayah Jawa Timur, mayoritas penduduk Sapeken adalah keturunan Suku Bugis, Mandar, dan Bajo. Karena sejarah migrasi masa lalu, bahasa sehari-hari yang digunakan bukanlah bahasa Madura atau Jawa, melainkan bahasa Bajo dan dialek Sulawesi.


Perairan di sekitar Sapeken dikenal memiliki ekosistem terumbu karang yang sehat dan biota laut yang sangat melimpah. Nelayan lokal mendistribusikan hasil tangkapan lautnya hingga ke Surabaya dan Bali.


Kepulauan ini memiliki pantai-pantai berpasir putih dan air yang jernih dengan keindahan yang sering disejajarkan dengan pantai di Bali.


Salah satu destinasi yang populer adalah Pantai Bajo. Lokasinya yang terpencil membuat Sapeken membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama.


Perjalanan bisa dilakukan dari jalur laut menggunakan kapal feri (sekitar 14-18 jam dari Banyuwangi atau pelabuhan di Madura), maupun menggunakan penerbangan perintis (Susi Air) ke Bandara Trunojoyo Sumenep terdekat.


Wilayah Kecamatan Sapeken di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terdiri dari 53 pulau (21 berpenghuni dan 32 tidak berpenghuni) yang terbagi dalam 9 desa.


Wilayah ini dikenal dengan keindahan lautnya, budaya suku Bajo, dan kekayaan baharinya. Pulau utama dan pulau-pulau utama yang menjadi pusat desa di wilayah ini antara lain:


1. Pulau Sapeken (Pusat kecamatan dan ibukota pulau)

2. Pulau Sepanjang (Salah satu pulau terbesar di kawasan ini)

3. Pulau Saebus

4. Pulau Saur

5. Pulau Sabuntan

6. Pulau Sasiil

7. Pulau Paliat

8. Pulau Sakala

9. Pulau Pegurungan Besar

10. Pulau Pegurungan Kecil

11. Pulau Saular

12. Pulau Tanjungkiok


[]

BACA JUGA:

PP PERSIS dan PERSISTRI Lakukan Safari Jamiyyah ke Banyuwangi dan Sapeken

Reporter: Reporter Editor: Fia Afifah Rahmah