Ketua Umum Tekankan Jihad Harta dalam Ta’awun Muktamar XIV Pemuda PERSIS

oleh Panitia Muktamar PP Pemuda Persis

18 Januari 2026 | 13:46

Ibrahim Nasrul Haq al-Fahmi, Ketua Umum PP Pemuda PERSIS 2021-2026

Bandung, persis.or.id - Ketua Umum Pemuda PERSIS, Ustadz Ibrahim Nasrul Haq al-Fahmi, menegaskan bahwa Al-Qur’an memberikan penekanan kuat terhadap jihad dengan harta (amwāl) yang didahulukan sebelum jihad dengan diri dan tenaga. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian agenda Muktamar XIV Pemuda PERSIS, khususnya dalam penguatan nilai Ta’awun Muktamar.


Dalam penyampaiannya, Ketua Umum menjelaskan bahwa pola jihad dalam Al-Qur’an sering kali diawali dengan penyebutan jihad harta sebelum jihad jiwa.


“Di dalam Al-Qur’an, jihad harta sering didahulukan sebelum jihad pribadi. Amwāl dulu, baru anfus. Ini bukan tanpa makna, tetapi menunjukkan pentingnya pengorbanan kolektif dalam perjuangan dakwah,” tegasnya.


Ia merujuk pada firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an,

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS At-Taubah: 41)


Selain itu, Ketua Umum juga mengutip ayat lain yang menegaskan keutamaan jihad dengan harta dan jiwa,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi.” (QS Al-Anfal: 72)


Menurut Ustadz Ibrahim Nasrul Haq al-Fahmi, dalil-dalil tersebut menegaskan bahwa perjuangan dakwah membutuhkan kesadaran kolektif, termasuk dalam aspek pengorbanan harta. Oleh karena itu, Ta’awun Muktamar diposisikan sebagai ladang implementasi nyata dari nilai jihad harta tersebut dalam konteks organisasi.


“Ta’awun Muktamar bukan sekadar agenda teknis, tetapi menjadi ruang implementasi ayat-ayat Al-Qur’an tentang jihad dengan harta. Di sinilah kader berkontribusi sesuai kemampuan, sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab dakwah,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa partisipasi kader dalam Ta’awun Muktamar baik dalam bentuk dukungan materi, nonmateri, maupun tenaga merupakan wujud nyata dari gotong royong perjuangan yang dilandasi keikhlasan. Dengan semangat ini, Muktamar diharapkan tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga menghadirkan keberkahan dan nilai ibadah.


Melalui penguatan konsep jihad harta dan ta’awun, Ketua Umum berharap Muktamar XIV Pemuda PERSIS menjadi momentum pendidikan ruhiyah sekaligus praksis dakwah. Muktamar tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kader untuk berjuang bersama di jalan Allah demi kemaslahatan umat dan peradaban.

BACA JUGA:

Ta’awun sebagai Fondasi Penyuksesan Muktamar XIV Pemuda PERSIS