Jakarta, persis.or.id - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Persatuan Islam (PP IPP) turut berpartisipasi dalam kegiatan Uji Keterbacaan Pedoman Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini berlangsung di The Margo Hotel, Depok, pada Rabu (4/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 35 peserta yang berasal dari berbagai elemen pendidikan dan keagamaan.
Di antaranya perwakilan sekolah, organisasi keagamaan, organisasi kepelajaran dan kepemudaan, serta perwakilan siswa.
Uji keterbacaan ini secara langsung dibersamai oleh Ketua Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Ibu Rusprita Putri Utami, S.E., M.A.
Uji keterbacaan Pedoman Pelaksanaan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman berlangsung dalam suasana hangat dan partisipatif.
Forum diskusi menjadi ruang bertukar gagasan bagi para peserta untuk memberikan masukan konstruktif terhadap substansi dan teknis pelaksanaan pedoman tersebut.
Beragam perspektif dari unsur pendidikan dan keagamaan memperkaya proses perumusan agar pedoman ini kontekstual dan aplikatif di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, PP IPP yang diwakili oleh Muhammad Nurdin Zulfiqri selaku Bidang Pendidikan dan Dakwah turut menyampaikan pandangan dan rekomendasi.
Ia menekankan bahwa sekolah merupakan ruang strategis dalam pembentukan kepribadian peserta didik.
“Karena itu, budaya sekolah aman dan nyaman tidak cukup hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik antar siswa. Sekolah juga perlu memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas kepada peserta didik agar mereka siap menghadapi konflik dalam kehidupan,” katanya.
“Dengan demikian, konflik tidak semata dihindari, tetapi dapat dikelola sebagai ruang pembelajaran dan pertumbuhan siswa,” tambahnya.
Lebih lanjut, PP IPP menegaskan bahwa organisasi pelajar memiliki peran penting dan dapat menjadi mitra strategis sekolah serta pemerintah dalam mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis karakter, organisasi pelajar diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik secara utuh.
[]
Kontributor: M Nurdin Zulfiqri
BACA JUGA:PP IPP PERSIS: Kekerasan Aparat Lukai Demokrasi, Nyawa Rakyat Harus Dilindungi