Bandung, persis.or.id – Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam menghadirkan program baru melalui pembentukan Koperasi Pemuda Persatuan Islam. Aditya Galih Utama, S.P., M.B.A., terpilih sebagai ketua koperasi yang diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi kader.
Dalam wawancara pada Selasa (27/10/2026), Aditya menyebut pembentukan koperasi ini sebagai ruang pengabdian untuk menggerakkan potensi ekonomi yang dimiliki Persatuan Islam. Ia menilai, pengembangan ekonomi melalui koperasi membutuhkan sinergi, semangat persatuan, dan pengelolaan yang profesional.
“Bismillah wainnalillah, amanah ini menjadi ruang khidmat untuk menggerakkan potensi besar Persis melalui ikhtiar ekonomi bersama. Sinergi dan semangat persatuan serta tata kelola profesional menjadi landasan untuk membangun koperasi yang menyejahterakan anggota, menguatkan kemandirian jam’iyyah, dan meluaskan manfaat bagi umat,” ujar Aditya.
Menurut Aditya, koperasi tidak cukup hanya dibentuk sebagai wadah usaha. Keberadaannya perlu diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi anggota sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di lingkungan organisasi.
Karena itu, tata kelola profesional menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan Koperasi Pemuda Persatuan Islam. Pengelolaan yang terarah dan akuntabel diperlukan agar kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan, membangun kepercayaan anggota, serta mendukung tujuan pemberdayaan ekonomi kader.
Pembentukan koperasi ini juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam menerjemahkan gagasan kemandirian ekonomi menjadi kegiatan usaha yang konkret. Partisipasi anggota, penguatan kapasitas usaha, dan pengembangan kerja sama menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar koperasi dapat berkembang sesuai kebutuhan anggotanya.
Bagi Pemuda PERSIS, inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi organisasi di bidang ekonomi. Koperasi diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan usaha, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi anggota dan umat.
Aditya menegaskan, semangat kebersamaan perlu menjadi fondasi dalam menjalankan amanah tersebut. Melalui sinergi dan tata kelola profesional, Koperasi Pemuda Persatuan Islam diharapkan dapat tumbuh sebagai wadah pemberdayaan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian jam’iyyah. []
BACA JUGA:PP Pemuda PERSIS Tegaskan Manhaj Kepemimpinan Dakwah dalam Muskernas 5