Salah satu agenda penting adalah kunjungan lapangan ke Pantai Gemah, Tulungagung, untuk membaca secara langsung realitas krisis ekologis dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Agama dan kalangan akademisi, di antaranya Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kemenag RI; Dr. Ruchman Basori, M.Ag.
Juga Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag RI; KH. Helmi Ali Yafie; serta Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., serta Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Melalui kesempatan ini, penguatan ekoteologi diharapkan dapat menjadi salah satu perspektif pengembangan gerakan Pemuda PERSIS. Organisasi kepemudaan tidak hanya dituntut untuk memperkuat kapasitas intelektual dan sosial kader, tetapi juga mengembangkan tanggung jawab ekologis sebagai bagian dari aktualisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Ke depan, pengetahuan dari program ini diharapkan dapat ditransformasikan ke dalam agenda kajian, pendidikan kader, pengembangan literasi ekologis, dan kolaborasi gerakan lingkungan di lingkungan Pemuda PERSIS.
Dengan demikian, ekoteologi dapat menjadi salah satu kontribusi gerakan pemuda Islam dalam membangun kesadaran keagamaan yang berpihak pada keberlanjutan kehidupan dan kelestarian alam.
[]
BACA JUGA:Khittah Gerakan: Kompas Perjuangan Pemuda Persis di Tengah Zaman