Jakarta, persis.or.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam, Ustaz Dr. Jeje Zaenudin di Hari Kemenangan ini mengajak seluruh umat muslim di Indonesia menjadikan Hari Raya Idulfitri sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi. Selain itu, juga sebagai momentum penguatan iman dan takwa.
“Ketika Ramadan berakhir, Idul Fitri menjadi simbol keberhasilan dalam menjalani proses meningkatkan ketaqwaan dan penguatan iman,” kata Ustaz Dr. Jeje ketika dihubungi, Selasa 1 April 2025 atau bertepatan dengan 2 Syawal 1446 H.
Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, seorang Muslim telah melalui berbagai ujian, baik secara fisik maupun spiritual.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan kesabaran, serta memperbanyak ibadah dan amalan baik,” ujar dia.
Hikmah lainnya, ungkap Ustaz Dr. Jeje, puasa mengajarkan agar hidup lebih teratur dan disiplin, rasa persatuan dan kebersamaan. Selain itu, puasa menumbuhkan rasa cinta keadilan dan kesetaraan, memunculkan empati dan kepedulian sosial, serta mendorong untuk saling berbagi dan membantu sesama.
Masih dalam suasana yang fitri, Ketum PERSIS mengimbau, mari kita implementasikan ibadah puasa Ramadan yang kita jalani sebulan penuh ke sebelas bulan berikutnya.
Menurutnya, ketika seluruh amalan yang kita kerjakan pada bulan Ramadan kita implementasikan kepada bulan-bulan berikutnya. In syaAllah, kedamaian, kesejahteraan dan pemerataan akan terasa di tanah air yang kita cintai ini.
“Karena, Ramadan mengajarkan kita memiliki rasa kepedulian kepada sesama umat manusia. Dengan begitu, kehidupan masyarakat di Indonesia akan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Terakhir kata ustaz Dr. Jeje, Idulfitri harus menjadi momen untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan). Oleh karena itu, jadikan momen Lebaran sebagai ajang mempererat persaudaraan dan menjalin silaturahim. Serta memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama manusia.
Kebahagiaan saat ini, jangan membuat kita lengah dari berbagai potensi musibah di sekeliling kita. Seperti potensi banjir dan kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu kita wajib terus hati hati dan waspada.
"Di hari yang fitri ini juga, jangan lupa doa dan dukungan kita kepada saudara kita yang sedang menderita akibat kekejaman Isrel di jalur Gaza dan korban bencana gempa dahsyat di Myanmar. Kami, tak lupa mengucapkan, Selamat hari Raya Idulfitri 1446 H, taqabbalallahu minna wa minkum,” pungkasanya.
BACA JUGA: Idulfitri 1445 H, Momentum Berharga Kembali Merajut Silaturahmi yang Retak