الصّٰۤفّٰت
ASH-SAFFAT
(YANG BERBARIS)
Surah ke 37: 182 Ayat
Diwahyukan di MAKKAH
Juz 23
Ayat 63-113
﴿ اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ ٨٤ ﴾
84.(Ingatlah) tatkala ia datang kepada Tuhan-nya dengan hati yang ikhlas.3295)
3295) Ingatlah keikhlasan nabi Ibrahim ketika menghadap panggilan Tuhan-nya buat menyembah anaknya sebagai kurban.
﴿ اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ ٨٥ ﴾
85.(Ingatlah) tatkala ia berkata kepada bapanya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah?”
﴿ اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ ٨٦ ﴾
86.“Apakah (patut), dengan dusta, kamu kehendaki, selain dari Allah (sebagai Tuhan-Tuhan)?”3296)
3296) Patutkah kamu berabdi kepada beberapa Tuhan selain Allah, padahal perbuatan itu dusta yang besar, karena mengatakan Tuhan akan sesuatu yang bukan Tuhan itu satu kedustaan yang nyata?
﴿ فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٨٧ ﴾
87.“oleh itu, apakah anggapan kamu tentang Tuhan bagi sekalian makhluk?”3297)
3297) sekiranya berhala-berhala kamu jadikan Tuhan kamu, maka Tuhan sekalian alam itu kamu jadikan apa?
﴿ فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ ٨٨ ﴾
88.Lalu ia lihat dengan satu penglihatan di bintang-bintang.
﴿ فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ ٨٩ ﴾
89.lantas ia berkata: “Sesungguhnya aku (ini) sakit.
﴿ فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ ٩٠ ﴾
90.maka mereka berpaling dari padanya membelakang;3298)
3298) Nabi Ibrahim bertanya kepada bapanya dan kaumnya: “Bagaimana anggapan kamu pada Tuhan bagi sekalian makhluk?” bapanya atau mereka jawab dengan ejekan, lalu kelihatan nabi Ibrahim memandang kepada bintang-bintang, yaitu mendangak ke langit mengadukan kejengkelannya kepada Allah, lantas ia berkata dalam hatinya: “hai Tuhanku” dan dengan lidahnya, ia berkata: “Aku ini sakit jiwa,” yakni disebabkan oleh kaumku, yang begitu kaku kekufurannya. Maka mendengar perkataan Ibrahim itu, kaumnya berpaling pergi tinggalkan dia.
﴿ فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ ٩١ ﴾
91.Maka ia pergi dengan bersembunyi kepada berhala-berhala mereka, lalu ia bertanya: “Tidakkah kamu (mau) makan?”
﴿ مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ ٩٢ ﴾
92.“Mengapa kamu tidak (mau) omong?”
﴿ فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ ٩٣ ﴾
93.Lalu ia majukan atas mereka pukulan dengan sungguh-sungguh.3299)
3299) Nabi Ibrahim, dengan tidak diketahui oleh kaumnya, pergi kepada berhala-berhala mereka yang ada hidangan di hadapannya, lalu berkata dengan cara memperolok-olok: “Tidakkah mau kamu makan makanan ini?” Lantaran tidak dapat jawaban, lalu ia berkata: “Mengapa kamu tidak mau omong?” Sesudah itu nabi Ibrahim pukul dan hancurkan berhala-berhala itu.
﴿ فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ ٩٤ ﴾
94.Maka mereka menuju kepadanya dengan segera.3300)
3300) Kaum Nabi Ibrahim datang kepadanya tatkala mendengar kerusakan-kerusakan berhala mereka.
﴿ قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ ٩٥ ﴾
95.Ia berkata: “Adakah patut kamu menyembah sesuatu yang kamu ukir (sendiri)”
﴿ وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ ٩٦ ﴾
96.“Padahal Allah telah jadikan kamu dan apa-apa yang kamu kerjakan?”3301)
3301) Perkataan nabi Ibrahim ini satu pancingan, karena jika mereka berkata, bahwa kami menyembah berhala-berhala dengan kehendak Allah, niscaya nabi Ibrahim berkata, bahwa aku hancurkan berhala-berhala kamu pun dengan kehendak Allah.
﴿ قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ ٩٧ ﴾
97.Mereka berkata: “Bikinlah buat dia satu bina, lalu campakkanlah dia di dalam api yang bersusun-susun.”3302)
3302) Ketua-ketua kaum nabi Ibrahim berkata kepada pengikut-pengikut mereka: “Bikinlah satu pendirian yang kelilingnya bertembok dan nyalakan api di atas api, lantas masukkan Ibrahim ke dalamnya.”
﴿ فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ ٩٨ ﴾
98.Yaitu mereka hendak kenakan kepadanya satu kebinasaan, tetapi Kami jadikan mereka orang-orang yang rendah.3303)
3303) Allah selamatkan nabi Ibrahim dari bahaya api hingga tidak kesampaian maksud mereka.
﴿ وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ ٩٩ ﴾
99.Dan ia berkata: “Sesungguhnya aku hendak pergi kepada Tuhanku:3304) Ia akan pimpinku.”
3304) Yakni aku hendak pergi ke tempat yang Tuhan perintah aku pergi kesana.
﴿ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ١٠٠ ﴾
100.“Hai Tuhanku! Kurniakanlah bagiku sebahagian dari (keturunan) yang baik-baik”.
﴿ فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ ١٠١ ﴾
101.Lalu kami gembirakan dia dengan seorang anak muda yang sangat sabar.3305)
3305) Tuhan kirim pemberian tahu, bahwa ia akan dapat seorang anak laki-laki yang sangat sabar. Anak itu ada riwayat katakan Ismail dan ada yang katakan Ishaq.
﴿ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ١٠٢ ﴾
102.Maka tatkala ia sampai (keumur bisa) berusaha beserta bapanya, ia berkata: “Hai anakku! Sesungguhnya aku lihat dalam mimpi bahwa aku akan sembelihmu. Maka pikirkanlah apa yang engkau akan putuskan?” ia jawab: “Hai bapaku! Buatlah apa yang engkau diperintah. Engkau akan dapati akan daku, in syaa Allah, dari orang-orang yang sabar.”3306)
3306) Bila anak tadi sudah besar, nabi Ibrahim mimpi pada satu malam bahwa dia diperintah sembelih anaknya tersebut sebagai kurban. Waktu ia khabarkan hal itu kepada anaknya, maka anaknya berkata: “Hai bapaku! Kerjakanlah apa yang Tuhan perintahmu mengerjakannya, dan aku, in syaa Allah, akan terima dengan sabar.”
﴿ فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ ١٠٣ ﴾
103.Maka tatkala mereka berdua telah menyerah, dan ia telah rebahkan dia atas pipinya, (Kami tahan dia), 3307)
3307) Yakni, tatkala Ibrahim dan anaknya telah ridla mengerjakan perintah Allah, dan ia telah rebahkan anaknya atas pipinya untuk disembelih, datanglah tegahan dari Tuhan. Ini berarti bahwa mereka sudah kerjakan perintah yang berat itu dengan ikhlas yang luar biasa.
﴿ وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ ١٠٤ ﴾
104.Dan Kami seru dia bahwa: “Ya Ibrahim!”
﴿ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ١٠٥ ﴾
105.“Sesungguhnya engkau telah kerjakan perintah dalam mimpi itu dengan betul. Sesungguhnya begitulah3308) Kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan.
3308) Tuhan tahan Ibrahim dari pada meneruskan penyembelihan anaknya, adalah satu kegirangan yang sangat besar bagi Ibrahim dan anaknya dan keluarganya. Kegirangan ini adalah satu balasan dari Tuhan kepada orang-orang yang menurut perintah.
﴿ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ ١٠٦ ﴾
106.Sesungguhnya ini ialah percobaan yang nyata (beratnya).
﴿ وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ ١٠٧ ﴾
107.Dan Kami telah tebus dia dengan satu sembelihan yang besar.3309)
3309) Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan perintah Ibrahim tebus anaknya dengan seekor (kambing) yang besar sebagai ganti.
﴿ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ ١٠٨ ﴾
108.Dan Kami tinggalkan (do’a) untuknya dalam (golongan) orang-orang yang di belakang.
﴿ سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ ١٠٩ ﴾
109.(Yaitu) sejahtera (adalah) atas Ibrahim!3310)
3310) Maksudnya ayat-ayat 108-109 ini, sama dengan ayat-ayat 78 dan 79
﴿ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ١١٠ ﴾
110.Begitulah kami ganjari orang-orang yang berbuat kebaikan.
﴿ اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ ١١١ ﴾
111.Sesungguhnya (adalah) ia daripada hamba-hamba Kami yang Mukmin;
﴿ وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ ١١٢ ﴾
112.dan Kami girangkan dia dengan Ishaq sebagai nabi dari orang-orang yang baik;3311)
3311) Kami beri khabar yang menggirangkan dia, yaitu bahwa anaknya yang bernama Ishaq dijadikan nabi dari golongan orang-orang yang salih.
﴿ وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ ١١٣ ﴾
113.Dan Kami beri rahmat atasnya dan atas Ishaq; dan dari anak cucu mereka, ada yang berbuat kebaikan dan ada yang menganiaya akan dirinya (sendiri) dengan terang.3312)
3312) Di antara anak cucuk mereka, ada yang Mukmin dan ada yang akfir. Ini berarti, bahwa anak cucu nabi-nabi tidak mesti semuanya selamat.
BACA JUGA:Tafsir Al-Furqan Surat As-Saffat Ayat 63-82