Tafsir Al-Furqan Surat Shad Ayat 1-26

oleh Asep Sofyan Nurdin

15 Juli 2026 | 13:03

Tafsir Al-Furqan Surat Shad Ayat 1-26

صۤ

SHAD

Surah ke 38: 88 Ayat

Diwahyukan di MAKKAH


بسم الله الرحمن الرحيم


﴿ صۤ ۗوَالْقُرْاٰنِ ذِى الذِّكْرِۗ ١ ﴾


1. Ṣād.*) demi Al-Qur’an yang mempunyai peringatan!3336)

*) artinya: Benar ia.

3336) Yakni demi Al-Qur’an yang mengandung peringatan, telah benar Muhammad dalam segala apa yang ia ucapkan.

﴿ بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ عِزَّةٍ وَّشِقَاقٍ ٢ ﴾


2. Tetapi mereka yang kufur itu (adalah) dalam takabbur dan perselisihan.


﴿ كَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ فَنَادَوْا وَّلَاتَ حِيْنَ مَنَاصٍ ٣ ﴾


3. Beberapa umat sebelum mereka, Kami telah binasakan, maka mereka meminta pertolongan,3337) padahal bukan lagi waktu terlepas.3338)

3337) Mereka minta pertolongan sesudah melihat kedatangan ‘adzab yang tak dapat ditolak.

3338) Waktu terlepas: Waktu terlepas dari ‘Adzab yang sedang datang.


﴿ وَعَجِبُوْٓا اَنْ جَاۤءَهُمْ مُّنْذِرٌ مِّنْهُمْ ۖوَقَالَ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا سٰحِرٌ كَذَّابٌۚ ٤ ﴾


4. Dan mereka heran atas kedatangan kepada mereka seorang pengancam3339) dari (golongan) mereka: dan orang-orang kafir itu berkata: “Ini seorang ahli sihir, pendusta.”

3339) Pengancam: Nabi Muhammad.


﴿ اَجَعَلَ الْاٰلِهَةَ اِلٰهًا وَّاحِدًا ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ ٥ ﴾


5. Apakah (patut) ia jadikan Tuhan-Tuhan Yang satu (saja)? Sesungguhnya (adalah) ini satu perkara yang aneh.”


﴿ وَانْطَلَقَ الْمَلَاُ مِنْهُمْ اَنِ امْشُوْا وَاصْبِرُوْا عَلٰٓى اٰلِهَتِكُمْ ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ يُّرَادُ ۖ ٦ ﴾


6. Dan berangkatlah ketua-ketua dari mereka (sambil berkata): “Pergilah dan sabarlah atas Tuhan-Tuhan kamu, karena sesungguhnya ini (adalah) satu (perkara) yang dikehendaki.3340)


3340) Dalam satu majelis, di rumah Abi Thalib, setelah nabi Muhammad beri penerangan kepada orang-orang Quraisy, ketua-ketua mereka tinggalkan majelis itu sambil berkata kepada pengikut-pengikut mereka: “Pulanglah kamu dan sabarlah dan beribadatlah kepada Tuhan-Tuhan kamu, karena kesabaran dalam urusan ini sangat dikehendaki dan dituntut dari kamu.


﴿ مَا سَمِعْنَا بِهٰذَا فِى الْمِلَّةِ الْاٰخِرَةِ ۖاِنْ هٰذَآ اِلَّا اخْتِلَاقٌۚ ٧ ﴾


7. “Kita tidak pernah dengar (keesaan Tuhan) ini di agama yang akhir; ini tidak lain melainkan satu bikinan.3341)

3341) Keesaan Tuhan yang diomongkan oleh Muhammad itu tidak pernah kita dengar di agama yang akhir, yaitu agama Kristen, karena agama itu mengatakan Tuhan tiga. Agama keesaan Tuhan ini tidak lain melainkan bikinan Muhammad sendiri.


﴿ اَؤُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْۢ بَيْنِنَا ۗبَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ ذِكْرِيْۚ بَلْ لَّمَّا يَذُوْقُوْا عَذَابِ ۗ ٨ ﴾


8. “Apakah (pantas) diturunkan peringatan itu atasnya dari antara kita?” tetapi mereka dalam ragu-ragu tentang peringatan-Ku, bahkan mereka belum merasakan adzabku.3342)


3342) Kaum Quraisy berkata: “Pantaskah dari antara kita, Muhammad dapat wahyu (peringatan), padahal ia bukan ketua dan bukan pemimpin kita?”

Tuhan membalas: “Muhammad benar dapat wahyu, tetapi mereka dalam ragu-ragu tentang peringatan (Al-Qur’an) itu, bahkan mereka belum merasakan adzab-Ku yang dijanjikan untuk mereka. Kalau sudah merasa, barulah mereka percaya.”


﴿ اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَاۤىِٕنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيْزِ الْوَهَّابِۚ ٩ ﴾


9. Atau di sisi merekakah ada perbendaharaan rahmat Tuhanmu yang gagah, Yang sangat mengarunia?3343)

3343) Pemilihan Tuhan akan seseorang sebagai utusan-Nya, adalah satu rahmat. Apakah perbendaharaan rahmat Tuhan ini ada di tangan mereka, hingga mereka menetapkan siapa yang patut mendapatkannya?


﴿ اَمْ لَهُمْ مُّلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗفَلْيَرْتَقُوْا فِى الْاَسْبَابِ ١٠ ﴾


10. Atau kepunyaan merekakah kerajaan langit dan bumi dan barang yang antara keduanya? Maka cobalah mereka naik pada sebab-sebab.3344)

3344) Kalau betul mereka mempunyai kekuasaan di langit, maka cobalah mereka naik ke langit dengan menggunakan sebab-sebab yang bisa menyampaikan mereka ke sana, lalu turunkan wahyu kepada siapa yang mereka kehendaki.


﴿ جُنْدٌ مَّا هُنَالِكَ مَهْزُوْمٌ مِّنَ الْاَحْزَابِ ١١ ﴾


11. Sesuatu tentara di sana dari golongan-golongan itu akan hanacur.3345)

3345) Maksudnya bahwa mereka itu sebagai tentara dari Ahzab (golongan-golongan) di sana yang memusuhi Islam, akan kalah dalam peperangan Yaumilfathi (Hari penaklukan Makkah). Maka orang-orang yang begitu lemah, bagaimana bisa mengurus bumi dan langit?


﴿ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّعَادٌ وَّفِرْعَوْنُ ذُو الْاَوْتَادِۙ ١٢ ﴾


12. Telah mendustakan (nabi-nabi) sebelum mereka, kaum Nuh dan ‘Ad dan Fir’aun yang mempunyai kerajaan yang teguh.


﴿ وَثَمُوْدُ وَقَوْمُ لُوْطٍ وَّاَصْحٰبُ لْـَٔيْكَةِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ الْاَحْزَابُ ١٣ ﴾


13. Dan Tsamud dan Kaum Luth dan penduduk Aikah.3346) Merekalah Ahzab (golongan-golongan).3347)

3346) Al-Aikah, nama bagi satu negeri atau satu tempat yang banyak tumbuh-tumbuhannya, atau salah satu nama bagi negeri Madyan.

3347) Mereka yang tersebut di ayat-ayat 12 dan 13, ialah golongan-golongan (Ahzab) yang menentang nabi-nabi, sedang kaum Quraisy adalah satu dari golongan-golongan yang seperti itu.


﴿ اِنْ كُلٌّ اِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ ࣖ ١٤ ﴾


14. Tiap-tiap (golongan itu) tidak lain melainkan dustakan rasul-rasul; maka telah pantaslah (atas mereka) adzab-Ku.


﴿ وَمَا يَنْظُرُ هٰٓؤُلَاۤءِ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً مَّا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ ١٥ ﴾


15. Dan tidak (perlu) mereka tunggu melainkan satu teriakan yang tidak ada baginya ulangan.3348)

3348) Kiamat yang mereka memperolok-olokkan kedatangannya itu akan sampai dengan satu tiupan sangkakala saja. Adapun dua sangkakala lagi, bukan buat Kiamat, tetapi buat bangkit dari kubur dan berkumpul di padang mahsyar.


﴿ وَقَالُوْا رَبَّنَا عَجِّلْ لَّنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ ١٦ ﴾


16. Dan mereka berkata: “Hai Tuhan kami! Segerakanlah buat kami bahagian kami sebelum hari Perhitungan.”3349)

3349) Sebahagian dari kafir-kafir, dengan cara memperolok-olok berkata di hadapan nabi Muhammad: “hai Tuhan! Kalau betul kami akan kena ‘adzab lantaran tidak mau percaya kepada Muhammad, lekaskanlah siksa yang disediakan untuk kami, sebelum hari perhitungan (hari kiamat)”.


﴿ اِصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوٗدَ ذَا الْاَيْدِۚ اِنَّهٗٓ اَوَّابٌ ١٧ ﴾


17. Sabarlah atas apa yang mereka berkata, dan ingatlah (kepada) hamba Kami, Daud yang mempunyai kekuatan -kekuatan3350) (sedang) sesungguhnya (adalah) ia orang-orang yang banyak kembali (kepada Allah).3351)

3350) Yakni kekuatan-kekuatan dalam iman dan ibadat dan lainnya.

3351) Banyak kembali kepada Allah: Banyak berbakti kepada Allah.


﴿ اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ ١٨ ﴾


18. Sesungguhnya Kami mudahkan baginya gunung-gunung yang memuji (Tuhan) petang dan pagi.


﴿ وَالطَّيْرَمَحْشُوْرَةً ۗ كُلٌّ لَّهٗٓ اَوَّابٌ ١٩ ﴾


19. Dan juga burung-burung hal keadaannya terkumpul; tiap-tiap suatu taat kepadanya;3352)

3352) Maksudnya bahwa burung-burung yang terkumpul dari mana-mana, Kami jadikan tentara bagi Daud. Tiap-tiap suatu dari gunung dan burung adalah di bawah kekuasaan Daud. Bagaimana cara ketaatan benda-benda itu dan bagaimana nabi Daud menggunakannya, walaupun kita tidak tahu, kita percaya.


﴿ وَشَدَدْنَا مُلْكَهٗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ ٢٠ ﴾


20. Dan Kami telah teguhkan kerajaan dan kami beri kepadanya kebijaksanaan dan (ilmu) memutus hukuman.3353)

3353) Tuhan suruh Nabi Muhammad sabar atas gangguan kaum Quraisy dan suruh dia ingat dan sabar seperti nabi Daud yang;

a. mempunyai kekuatan iman dan ibadat dan lainnya,

b. gunung-gunung dan burung-burung di bawah perintahnya, sebagai tentara baginya,

c. mempunyai kerajaan yang teguh, kebijaksanaan, dan kepandaian memutus hukum.


﴿ ۞ وَهَلْ اَتٰىكَ نَبَؤُا الْخَصْمِۘ اِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَۙ ٢١ ﴾


21. Dan sudahkah sampai kepadamu khabar orang-orang yang bermusuhan3354) tatkala mereka naik tembok mihrab itu?

3354) Orang-orang itu sebenarnya, dengan salah satu sebab, memusuhi nabi Daud.


﴿ اِذْ دَخَلُوْا عَلٰى دَاوٗدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَالُوْا لَا تَخَفْۚ خَصْمٰنِ بَغٰى بَعْضُنَا عَلٰى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَآ اِلٰى سَوَاۤءِ الصِّرَاطِ ٢٢ ﴾


22. (Yaitu) tatkala mereka masuk bertemu Daud, lalu ia kaget melihat mereka. Mereka berkata; “Janganlah engkau takut; (kami) dua orang yang berperkara; seorang dari kami menganiaya seorang. Maka hukumlah antara kami dengan benar, dan janganlah engkau melewati batas, dan pimpinlah kami ke jalan yang lurus.”


﴿ اِنَّ هٰذَآ اَخِيْ ۗ لَهٗ تِسْعٌ وَّتِسْعُوْنَ نَعْجَةً وَّلِيَ نَعْجَةٌ وَّاحِدَةٌ ۗفَقَالَ اَكْفِلْنِيْهَا وَعَزَّنِيْ فِى الْخِطَابِ ٢٣ ﴾


23. “(Yaitu) sesungguhnya (orang) ini saudaraku; ia mempunyai sembilan puluh sembilan kambing betina; sedang aku mempunyai satu kambing betina saja, tetapi ia berkata: “Berikanlah kepadaku”, dan ia kalahkan daku dalam pertengkaran.”3355)

3355) Musuh-musuh nabi Daud, masuk ke mihrabnya dari jalan naik tembok, dengan maksud hendak membunuhnya, tetapi lantaran tidak sempat, oleh sebab ada orang-orang lain di situ, maka mereka putar kedatangan mereka sebagai penanya hukum.

Perbuatan musuh yang sangat luar biasa itu mestinya menimbulkan kemarahan yang besar pada nabi Daud, tetapi ia tidak marah. Inilah satu contoh sabar yang Allah suruh nabi Muhammad mengambilnya.


﴿ قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ اِلٰى نِعَاجِهٖۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْخُلَطَاۤءِ لَيَبْغِيْ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَقَلِيْلٌ مَّا هُمْۗ وَظَنَّ دَاوٗدُ اَنَّمَا فَتَنّٰهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهٗ وَخَرَّ رَاكِعًا وَّاَنَابَ ۩ ٢٤ ﴾


24. Ia Jawab: “Sesungguhnya ia telah menzhalimimu dengan meminta kambing betinamu (dicampurkan) kepada kambing-kambing betinanya; dan sesungguhnya kebanyakan orang-orang yang bersekutu sebahagiannya menganiaya akan sebahagian, kecuali mereka yang beriman dan beramal salih, tetapi sedikit sekali mereka ini;” dan Daud menyangka bahwasanya Kami uji dia, lalu ia minta perlindungan kepada Tuhannya, dan ia tunduk ruku dan kembali (Kepada-Nya).


﴿ فَغَفَرْنَا لَهٗ ذٰلِكَۗ وَاِنَّ لَهٗ عِنْدَنَا لَزُلْفٰى وَحُسْنَ مَاٰبٍ ٢٥ ﴾


25. Maka Kami beri kepadanya perlindungan itu; dan adalah baginya (derajat) yang hampir di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.3356)

3356) Dengan sabar, nabi Daud jawab pertanyaan orang-orang yang datang kepadanya dari jalan luar biasa itu, dan ia sangka bahwa orang-orang tadi dikirim oleh Tuhan sebagai ujian, lalu ia minta perlindungan kepada Tuhan dan ia berserah diri kepada-Nya, karena tidak bisa siapa-siapa lulus dari ujian Tuhan melainkan dengan perlindungan Tuhan. Maka Tuhan pun berikan kepadanya perlindungan itu, dan Tuhan beri kepadanya derajat yang hampir, dan Ia sediakan untuknya tempat kembali yang baik.


﴿ يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلْنٰكَ خَلِيْفَةً فِى الْاَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَضِلُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۢبِمَا نَسُوْا يَوْمَ الْحِسَابِ ࣖ ٢٦ ﴾


26. “Hai Daud, sesungguhnya Kami jadikanmu khalifah di bumi, maka berilah keputusan antara manusia dengan benar, dan janganlah engkau turut hawa nafsu, karena nanti ia sesatkanmu dari jalan Allah; sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah itu (adalah) bagi mereka adzab yang keras lantaran mereka lupa kepada hari perhitungan.”



BACA JUGA:

Tafsir Al-Furqan Surat As-Saffat Ayat 158-182