Dr Esty: Orang Tua Perlu Memahami Perasaan Anak sebelum Membimbing Akhlaknya

oleh Neng Nazah Azzanah

07 Maret 2026 | 13:27

Dr. Esty Ajak Orang Tua dan Guru Bangun Pendidikan Akhlak Anak Sejak Dini: “Pahami Rasanya, Bimbing Akhlaknya”



Bandung, persis.or.id — Upaya membangun generasi yang berakhlak mulia tidak dapat dilepaskan dari peran orang tua dan pendidik sejak usia dini. Hal inilah yang menjadi fokus dalam sesi edukasi bertajuk “Pahami Rasanya, Bimbing Akhlaknya” yang disampaikan oleh Dr. Esty, S.Pd., M.Pd. dalam rangkaian kegiatan PERSIS Ramadhan Expo 2026. Pada hari Sabtu (7/3/2026)


Kegiatan tersebut dihadiri oleh banyak peserta, terutama dari kalangan ibu-ibu Persistri, anggota Pemudi Persis, serta para pengunjung dari berbagai daerah di Bandung. Sejak awal acara, para peserta tampak antusias dan menyimak dengan serius setiap materi yang dipaparkan oleh Dr. Esty.


Dalam pemaparannya, Dr. Esty menekankan pentingnya pendekatan yang penuh empati dalam mendidik anak. Menurutnya, memahami perasaan anak merupakan langkah awal yang penting sebelum orang tua atau guru memberikan bimbingan akhlak.


Ia menjelaskan bahwa pendidikan akhlak tidak hanya berkaitan dengan memberikan nasihat atau aturan, tetapi juga menyangkut cara orang dewasa mengelola emosi ketika berinteraksi dengan anak. Orang tua dan pendidik perlu mampu mengontrol emosi agar proses pendidikan berlangsung dengan penuh kasih sayang dan tidak menimbulkan tekanan psikologis bagi anak.


Selain membahas pengelolaan emosi, Dr. Esty juga memberikan berbagai panduan praktis dalam mendidik anak, termasuk bagaimana memberikan apresiasi yang tepat. Salah satu tips yang ia sampaikan adalah agar orang tua tidak langsung memuji anak secara personal, melainkan lebih menekankan pada pujian terhadap perilaku yang baik.


“Bukan anaknya yang dipuji, tetapi perilakunya. Misalnya dengan mengatakan, ‘Perilaku kamu tadi sangat baik’ atau ‘Tindakan kamu tadi sangat membantu’. Dengan begitu anak akan memahami perilaku apa yang perlu dipertahankan,” jelasnya.


Menurutnya, pendekatan seperti ini dapat membantu anak memahami nilai-nilai akhlak secara lebih konkret serta mendorong mereka untuk mengulang perilaku positif tersebut.


Materi yang disampaikan dalam sesi ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya datang dari Ai Hesti Nurlila, seorang guru PAUD yang turut menghadiri kegiatan tersebut.


Ia mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru dari materi yang disampaikan, terutama dalam hal pendekatan yang tepat dalam mendidik anak usia dini.


“Materi yang tadi dipaparkan oleh Dr. Esty tentunya sangat memberi pemahaman, khususnya untuk kita para guru muda dalam mengajar anak PAUD,” ujarnya.


Melalui kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan para orang tua, guru, dan masyarakat semakin menyadari pentingnya membangun pendidikan akhlak sejak dini. Dengan pendekatan yang penuh empati, komunikasi yang baik, serta keteladanan dari orang dewasa, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. []

BACA JUGA:

PERSIS Ramadhan Expo 2026 di Trans Studio Mall Bandung, Ini Rangkaian Agendanya