Senada dengan Muhammad Roinul Balad, Abdul Choir mengungkapkan hasil analisisnya tentang Syi'ah yang juga menjadikan isu HAM dan toleransi sebagai modus. Ia mengatakan, "Mereka (Syi'ah dan Ahmadiyah, red) selalu menjadikan toleransi sebagai alat untuk meredam gerakan kita."
"Mereka mendatangi pemerintah dan memberi masukan agar menghentikan eksistensi kita (umat islam, red) dalam melakukan nahyi munkar, karena dianggap tindak radikalisme," lanjut Abdul.
Terakhir, sebagai pembicara ketiga, mantan pendeta Bernard Abdul Jabbar menyampaikan data-data tentang fakta kristenisasi di Jawa Barat. "Indonesia adalah ladang yang baik untuk memanen. Indonesia adalah target kristenisasi no.2 di dunia, dan no.1 di Asia Pasifik. Sedangkan Jawa Barat adalah target utama di Indonesia," jelas Bernard. (/HL)
Pemudi Persis
15 September 2026 | 14:02
Grand Launching Muktamar XIII Pemudi PERSIS: Ajang Konsolidasi dan Kreativitas Menuju “Dakwah Membumi, Entitas Meninggi”