Santri RG MTs PERSIS 3 Pameungpeuk Gelar Itikaf 10 Hari Terakhir Ramadan 1447 H

oleh Taufik Ginanjar

13 Maret 2026 | 18:01

Santri RG MTs PERSIS 3 Pameungpeuk mengikuti program I'tikaf Santri 1447 Hijriah

Bandung, persis.or.id - Sebanyak 22 santri RG MTs PERSIS 3 Pameungpeuk mengikuti program I'tikaf Santri 1447 Hijriah yang digelar di Masjid MTs PERSIS 3 Pameungpeuk sejak 10 hingga 20 Maret 2026.


Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang bertujuan menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan melalui rangkaian ibadah, kajian keislaman, serta pembinaan spiritual santri.


Program i'tikaf dirancang untuk memaksimalkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan mengarahkan para santri agar memperbanyak ibadah, memperdalam ilmu keislaman, serta meningkatkan penghayatan keimanan.


“Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah momentum terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu para santri diajak meninggalkan sejenak rutinitas duniawi dan memfokuskan diri pada ibadah, muhasabah, serta memperdalam pemahaman keislaman,” ujar Taufik Ginanjar, penanggung jawab kegiatan Itikaf Santri, Jumat (13/3/2026).


Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek ibadah ritual, tetapi juga dirancang sebagai sarana penguatan kapasitas diri para santri.


“Kami ingin menjadikan itikaf ini sebagai momentum upgrading bagi para santri. Mereka tidak hanya beribadah, tetapi juga menambah khazanah keilmuan Islam, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta belajar menyampaikan gagasan secara baik,” tambahnya.


Selama pelaksanaan itikaf, para santri mengikuti berbagai agenda pembinaan yang telah disusun secara sistematis. Beberapa kegiatan yang digelar di antaranya kajian inspirasi tauhid untuk remaja, serial kajian Sirah Nabawiyah, latihan public speaking dan dialektika santri, kajian Birrul Walidain dari perspektif psikologi, serta kajian tematik dari Kitab Bulughul Maram.


Kegiatan itikaf juga diisi dengan berbagai ibadah berjamaah seperti qiyam Ramadan, salat tarawih berjamaah, serta program khataman Al-Qur’an dengan target tilawah tiga juz per hari. Para santri juga mengikuti kegiatan kebersamaan seperti iftar jama’i dan sahur bersama selama program berlangsung.


Menurut Taufik, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran santri untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan, terutama dalam upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.


“Kami ingin para santri merasakan langsung bagaimana sepuluh malam terakhir Ramadan dimaksimalkan untuk ibadah. Harapannya, mereka tidak hanya mengetahui keutamaannya secara teori, tetapi benar-benar merasakan pengalaman spiritualnya,” jelasnya.


Ia berharap pengalaman mengikuti Itikaf Santri ini dapat meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bekal bagi para santri untuk menjaga kedekatan dengan Allah setelah Ramadan berakhir.


“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi titik awal perubahan bagi para santri, sehingga setelah Ramadan mereka tetap menjaga hubungan dengan Al-Qur’an, ibadah, dan ilmu,” pungkasnya.

[]

BACA JUGA:

Tafsir Al-Furqan Surat Saba' Ayat 1-14

Reporter: Taufik Ginanjar Editor: Dhanyawan Haflah