Sepak Bola dan Pendidikan Beriringan, Pesantren PERSIS 45 Rahayu Dukung Prestasi Santri Alfan Rizqi Mutho

oleh M Aditya Ramadan

•

04 November 2026 | 16:05

Alfan Rizqi Mutho bersama rekan-rekannya di Pesantren PERSIS 45 Rahayu.

Kabupaten Bandung, persis.or.id — Prestasi di bidang olahraga tidak harus menjadi penghalang bagi seorang santri untuk tetap menjalani pendidikan. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Alfan Rizqi Mutho, santri kelas X-A Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 45 Rahayu.


Dirinya berhasil menjadi bagian dari skuad Persib Bandung U-15 dalam meraih gelar juara dalam gelaran Piala Soeratin 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jum'at (23/10/2026).


Keberhasilan Alfan bukan hanya menjadi kebanggaan dalam bidang olahraga, tetapi juga menunjukkan bahwa pengembangan minat dan bakat dapat berjalan beriringan dengan pendidikan pesantren.


Di tengah kesibukannya mengikuti latihan dan kompetisi sepak bola tingkat nasional, Alfan tetap dituntut untuk menjalankan kewajiban akademik serta tanggung jawabnya sebagai seorang santri.


Bidang Kesantrian Pesantren PERSIS 45 Rahayu, Hj. Jubaedah, menggambarkan Alfan sebagai sosok santri yang cenderung pendiam, tetapi memiliki kedisiplinan dan kemampuan belajar yang baik.


Menurutnya, kebiasaan positif yang terbentuk melalui aktivitas sepak bola turut memberikan pengaruh terhadap karakter Alfan dalam menjalani kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.


"Alfan itu termasuk anak yang pendiam, tetapi anaknya disiplin dan pintar dalam belajar. Mungkin kedisiplinannya juga terlahir dari kebiasaan baik sebagai pemain sepak bola," tuturnya.


Lebih lanjut, Hj. Jubaedah mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang terjalin antara Alfan, keluarga, dan pihak pesantren.


Ketika terdapat jadwal latihan maupun kompetisi yang berpotensi berbenturan dengan kegiatan pembelajaran, keluarga Alfan senantiasa berkoordinasi dengan pihak pesantren agar kedua tanggung jawab tersebut dapat diselaraskan.


Kesungguhan Alfan dalam menjaga tanggung jawab akademiknya juga terlihat dari inisiatif untuk mengejar materi pelajaran yang tertinggal akibat mengikuti latihan atau pertandingan. Ia tidak sekadar mengandalkan dispensasi kegiatan, tetapi juga berupaya memastikan proses belajarnya tetap berjalan.


"Kegigihan Alfan cukup terlihat dari kemauannya untuk mencatat, bertanya, dan membaca kembali pelajaran yang tertinggal karena latihan atau kompetisi," jelasnya.


Sikap Alfan dalam mengenali kapasitas dan menentukan prioritas juga terlihat ketika Ia memperoleh tawaran untuk menjadi bagian dari tasykil RG-UG. Dengan mempertimbangkan kesibukan serta tanggung jawabnya dalam menekuni sepak bola, Alfan memutuskan untuk tidak mengambil amanah tersebut.


Keputusan itu disampaikan dengan baik sebagai bentuk kesadaran terhadap kemampuan dirinya dalam menjalankan tanggung jawab secara optimal. Bagi pihak pesantren, sikap tersebut menjadi salah satu bentuk kedewasaan seorang santri dalam memahami prioritas.


Sebab, keterlibatan dalam berbagai aktivitas organisasi maupun pengembangan bakat perlu disertai kemampuan mengukur kapasitas diri agar setiap amanah dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.


Mudir 'Am Pesantren PERSIS 45 Rahayu, H.M. Nurdin, menegaskan bahwa pesantren pada dasarnya memberikan ruang seluas-luasnya bagi santri untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana pengembangan kemampuan santri, baik di bidang akademik maupun non akademik.


Ia menyambut baik pencapaian Alfan sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Ia juga menekankan bahwa keberhasilan di bidang olahraga harus tetap diimbangi dengan pembinaan akhlak sebagai bagian penting dari identitas seorang santri.


"Kami sangat mendukung potensi santri yang ada di Pesantren PERSIS 45 Rahayu dengan mengadakan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat santri. Kami juga sangat mendukung Ananda Alfan menjadi santri yang berprestasi di bidang olahraga. Namun, ada hal yang lebih penting dan harus terus dijaga oleh Ananda selaku santri, yakni berkaitan dengan akhlak yang baik," ungkapnya.

BACA JUGA:

Santri Pesantren PERSIS 45 Rahayu Antar Persib U-15 Raih Gelar Juara di Piala Soeratin 2026, Membanggakan