SIGAB PERSIS Siapkan Transformasi Organisasi, Fokus pada Profesionalisme dan Kolaborasi

oleh Reporter

•

01 November 2026 | 10:06

SIGAB PERSIS Gelar Muskernas Perdana, Ketua Umum PP PERSIS K.H. Jeje Zaenudin Dorong Dakwah Kemanusiaan

Bandung, persis.or.id - Siaga Bencana Persatuan Islam (SIGAB PERSIS) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) pertama pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Forum nasional yang berlangsung di Aula Gedung H2QM, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tersebut menjadi momentum penguatan organisasi, peningkatan kapasitas relawan, dan perluasan kolaborasi gerakan kemanusiaan.


Muskernas perdana ini dihadiri jajaran pengurus SIGAB Pusat serta perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Daerah (Korda), dan Koordinator Kecamatan (Korcam) dari berbagai daerah di Indonesia.


Ketua Bidang Maliyah Pimpinan Pusat (PP) PERSIS, Ustaz Aay M. Furkon, turut menghadiri pembukaan kegiatan. Hadir pula Ketua Umum PP PERSIS, Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag., yang memberikan arahan terkait arah pengembangan organisasi dan peran strategis SIGAB dalam gerakan dakwah kemanusiaan.


Dalam sambutannya, Ustaz Jeje menegaskan bahwa SIGAB merupakan unit kerja PP PERSIS yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu ujung tombak dakwah kemanusiaan organisasi.


Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah atau penyampaian ajaran keagamaan. Dakwah juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Ia mengingatkan kembali prinsip dakwah PERSIS, yakni Kahartos Karaos, yang berarti dipahami dan dirasakan. Prinsip tersebut, kata dia, harus tercermin dalam setiap aktivitas organisasi, termasuk melalui kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan SIGAB.


Ustaz Jeje menjelaskan, kehadiran SIGAB merupakan bagian dari transformasi gerakan PERSIS sebagaimana menjadi amanah Muktamar. Melalui SIGAB, dakwah bil hal diharapkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan dalam pelayanan dan aksi kemanusiaan yang konkret.


Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dakwah organisasi perlu dilihat dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, baik di lingkungan internal jamiyyah maupun masyarakat secara luas.


Ustaz Jeje mendorong agar relawan SIGAB memiliki kesiapan untuk memberikan bantuan kepada warga internal PERSIS ketika dibutuhkan. Menurutnya, penguatan pelayanan terhadap lingkungan jamiyyah dapat menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kapasitas gerakan kemanusiaan yang lebih luas.


Selain penguatan kapasitas relawan, Ustaz Jeje turut menyoroti pentingnya pembenahan regulasi dan legalitas kelembagaan SIGAB. Ia menilai, legalitas formal yang lebih mandiri diperlukan agar organisasi memiliki ruang gerak yang lebih luas, termasuk dalam menghimpun dan mengelola sumber pendanaan secara mandiri.


Penguatan legalitas tersebut harus tetap mempertimbangkan kepentingan jamiyyah. Sistem kelembagaan yang dibangun diharapkan memiliki landasan hukum yang kuat, aman bagi organisasi, tetapi tetap sederhana dalam pengelolaannya.


Ustaz Jeje juga mengingatkan bahwa pengelolaan organisasi kemanusiaan tidak dapat dilakukan secara informal tanpa sistem yang jelas.


"Profesionalisme harus dibangun melalui pembenahan sumber daya manusia, penguatan struktur organisasi, serta kesiapan sarana dan logistik penanggulangan bencana", ungkapnya.


Ia meminta agar setiap prioritas organisasi tidak berhenti pada pembahasan dalam forum musyawarah, tetapi segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret.

PP PERSIS, lanjut Ustaz Jeje, berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan dan pelaksanaan program-program kemanusiaan SIGAB.


Muskernas ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kesiapan SIGAB PERSIS dalam membangun gerakan kemanusiaan yang profesional, kolaboratif, tangguh, dan berkelanjutan. []

BACA JUGA:

Ustaz Faisal: Sigab PERSIS Bukan Sekadar Atribut, Tapi Simbol Kepedulian

Reporter: Reporter Editor: Taufik Ginanjar