Ilmu Agama Memuliakan Manusia: Berletih di Dunia, Beristirahat di Surga

oleh -

05 September 2026 | 08:26

Ketua Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Drs. KH Uus Muhammad Ruhiat.

Oleh: Drs. KH Uus Muhammad Ruhiat (Ketua Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Persatuan Islam)


Ilmu agama bukan sekadar pengetahuan, tetapi cahaya yang menuntun manusia dalam menjalani kehidupan. Melalui ilmu, seorang Muslim dapat membedakan kebenaran dan kesalahan, halal dan haram, serta memahami kewajiban kepada Allah SWT berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.


Pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu agama. Perjalanan mencari ilmu memang membutuhkan kesabaran, waktu, dan terkadang melelahkan. Namun, kelelahan tersebut sebanding dengan manfaat ilmu ketika mampu menjadi petunjuk dalam kehidupan.


Pesan yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i, “Berletih-letihlah, karena kelezatan hidup itu ada dalam kelelahan,” menjadi pengingat bahwa sesuatu yang bernilai sering kali membutuhkan perjuangan. Karena itu, rasa lelah dalam belajar tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti.


Menuntut ilmu juga tidak seharusnya hanya diarahkan untuk kepentingan dunia. Ilmu perlu dibangun dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab, pengetahuan yang tidak melahirkan amal dan ketakwaan akan kehilangan makna hakikinya.


Dalam Islam, jalan mencari ilmu memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Allah akan memudahkan jalan menuju surga bagi orang yang menempuh jalan untuk mencari ilmu. Ilmu yang diamalkan dan diajarkan juga dapat terus memberikan manfaat sebagai amal jariyah.


Karena itu, ilmu agama harus hadir dalam kehidupan, bukan berhenti sebagai hafalan atau wacana. Ia harus tercermin dalam ibadah, akhlak, cara berpikir, dan sikap terhadap sesama. Dengan ilmu pula, manusia memiliki bekal untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.


Ilmu bukan hanya kebutuhan individu, tetapi juga kebutuhan masyarakat. Ketika ilmu menjadi landasan kehidupan, manusia memiliki arah dalam menghadapi perubahan dan berbagai persoalan. Sebaliknya, kebodohan dan ketidaktahuan dapat membawa seseorang maupun masyarakat pada kesalahan dan penyimpangan.


Pada akhirnya, menuntut ilmu adalah sebuah perjuangan yang layak dijalani meski melelahkan. Sebab, lelah dalam mencari ilmu bukanlah kesia-siaan, melainkan bagian dari perjalanan menuju kemuliaan. Berletih di dunia, beristirahat di surga.


[]

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Jabatan Struktural, Ustaz Uus Tegaskan Makna Amanah Jamiyyah

Reporter: - Editor: Fia Afifah Rahmah