Tilawah: Menghidupkan Hati dengan Al-Qur'an

oleh Ilmi Fadhilah

03 Maret 2026 | 10:28

Rofi Urrohmah S., S.Pd, Ketua Kopca Masa Jihad 2025-2027. (Foto: Persis Photography)

‎‎Oleh: Rofi Urrohmah S., S.Pd. (Ketua Kopca Masa Jihad 2025--2027)

Sebagai bagian dari gerak dakwah Pemudi Persatuan Islam (PERSIS), Al-Qur'an bukanlah sekadar teks yang dibaca di kala senggang, melainkan kompas kehidupan yang harus kita aktivasi setiap hari.


‎1. Membaca Al-Qur’an Setiap Hari


‎Membaca Al-Qur'an setiap hari adalah ikhtiar kita dalam menjaga stabilitas iman. Ibarat aliran air yang perlahan mengikis kerasnya batu, tilawah yang konsisten, meski hanya beberapa ayat, akan melembutkan hati yang kaku.


Inilah momen "berdialog" langsung dengan Sang Maha Pencipta di tengah hiruk-pikuk amanah duniawi.

2. Menadaburi Ayat Al-Qur'an


‎Setelah lisan melafalkan, saatnya akal dan hati bekerja. Tadabur adalah upaya merenungkan pesan di balik setiap ayat. Mengapa ayat ini diturunkan? Pesan apa yang ingin Allah sampaikan untuk situasi saya saat ini?


‎Tanpa tadabur, Al-Qur'an hanya akan menjadi bacaan. Dengan tadabbur, ia bertransformasi menjadi petunjuk (huda) yang nyata.


3. Mengamalkan Nilai Qurani dalam Kehidupan


‎Puncak dari interaksi dengan Al-Qur'an adalah ketika nilai-nilainya mewujud dalam akhlak sehari-hari.


Menjadi “Al-Qur’an berjalan” berarti kejujuran kita mencerminkan ayat amanah, kesabaran kita mencerminkan ayat keteguhan, dan kasih sayang kita mencerminkan sifat Ar-Rahman.


‎"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya" (HR Bukhari).


‎Menjadikan Al-Qur'an sebagai gaya hidup bukan sekadar tentang seberapa cepat kita mengkhatamkannya, melainkan seberapa dalam Al-Qur'an mengubah karakter kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa.


[]

BACA JUGA:

9 Aplikasi Edukatif Al-Qur’an Karya Mahasiswa IAI PERSIS Garut Respon Era Digital

Reporter: Ilmi Fadhilah Editor: Fia Afifah Rahmah