Bandung, persis.or.id – Internal screening film Cinta dan Sejarah digelar di Bioskop CGV BEC, Bandung, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), tokoh masyarakat, serta tim produksi dan para pemain film.
Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas lahirnya karya film tersebut.
Menurutnya, apa yang digagas dan dikerjakan dengan ikhlas, cerdas, dan tuntas akan berbuah hasil yang membanggakan.
“Film ini adalah bukti bahwa ketika sebuah gagasan diperjuangkan dengan kesungguhan dan keikhlasan, hasilnya akan terasa kuat dan bermakna. Banyak cuplikan yang mengharukan dan banyak pula inspirasi yang menggugah,” ujar Jeje.
Ia menilai, film Cinta dan Sejarah bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Bagi PERSIS khususnya dan umat Islam pada umumnya, film ini dapat menjadi sarana mengambil ibrah pendidikan perjuangan dakwah Islam.
“Dari film ini, kita bisa belajar tentang semangat perjuangan, keteguhan, dan nilai-nilai dakwah. Ini juga menjadi upaya menurunkan cara dan model dakwah yang baru dalam menjalankan dakwah di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ustaz Jeje menekankan pentingnya mendukung dakwah melalui pendekatan seni dan budaya. Menurutnya, seni film adalah medium yang efektif untuk menjangkau generasi muda dan masyarakat luas.
“Kita perlu men-support dakwah melalui pendekatan seni budaya. Dukungan bapak-ibu semua sangat berharga. Anak-anak muda hari ini bisa berdakwah sesuai dengan keahlian masing-masing, termasuk melalui dunia perfilman,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada produser, tim kreatif, dan seluruh pemain yang telah menghadirkan buah karya luar biasa ini.
Ia berharap, ke depan akan lahir karya-karya seni film berikutnya yang terus mengangkat nilai-nilai perjuangan dan dakwah Islam.
“Atas nama PP PERSIS, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi. Ini adalah buah karya yang luar biasa. Semoga setelah ini akan lahir seni film berikutnya yang semakin kuat dan menginspirasi,” katanya.
Dalam suasana penuh haru, Jeje juga menyampaikan duka cita atas wafatnya pemeran KH. Zamzam, Ismail Fajar Romdon.
“Atas nama PP PERSIS, kami berduka cita atas wafatnya almarhum Ismail Fajar Romdon. Cita-cita dan perjuangan almarhum di dunia film, insya Allah menjadi amalan yang besar di sisi Allah SWT,” ungkapnya.
“Semangatnya akan terus hidup dan menyala dalam kehidupan kita dan keluarganya. Kami tidak akan melupakan sumbangsih almarhum bagi karya ini dan bagi dakwah melalui seni,” tambahnya.
Internal screening tersebut ditutup dengan doa bersama dan harapan agar film Cinta dan Sejarah dapat menjadi inspirasi luas, serta memperkuat semangat dakwah melalui medium kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
[]
BACA JUGA:Film “Cinta dan Sejarah”: Fragmen Perjuangan PERSIS Segera Tayang di Layar Lebar