Jakarta, persis.or.id — Menjelang perhelatan Muktamar XIV yang akan menghimpun ribuan kader dari seluruh Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) melakukan langkah strategis dengan bersilaturahmi dan beraudiensi ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jum'at, 13 Februari 2026.
Audiensi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Pemuda PERSIS, Ibrahim Fahmi, ini diterima secara resmi oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufiq Hidayat, beserta jajaran pejabat strategis di lingkungan Kemenpora.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda formal, melainkan ruang dialog kebangsaan yang mempertemukan visi negara dan gerakan pemuda Islam yang berkarakter.
Dalam penyampaiannya, Ibrahim menegaskan bahwa Pemuda PERSIS hadir sebagai ekosistem kaderisasi yang berorientasi pada pembinaan intelektual, penguatan moralitas, serta pemberdayaan sosial generasi muda.
Dia menjelaskan, ekosistem pergerakan Pemuda PERSIS yang melakukan pembinaan dan pemberdayaan di lingkup pemuda, berkeperluan terhadap kolaborasi produktif dengan stakeholder terkait.
“Menghadapi Muktamar di mana ribuan kader Pemuda PERSIS akan berkumpul dan bermusyawarah, maka jalinan silaturahmi ini menjadi jalan penting tersendiri,” ujar Fahmi.
Ia menekankan bahwa Muktamar bukan hanya forum pergantian kepemimpinan atau agenda organisatoris semata, tetapi momentum peneguhan arah gerak perjuangan Pemuda PERSIS dalam memperkuat kontribusi kebangsaan.
Dengan basis kader yang tersebar luas, Pemuda PERSIS memandang sinergi dengan pemerintah sebagai ikhtiar kolektif untuk memperkokoh fondasi generasi emas Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufiq Hidayat menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan keseriusan Pemuda PERSIS dalam membangun komunikasi konstruktif dengan pemerintah.
Ia menilai organisasi kepemudaan dengan tradisi kaderisasi yang kuat memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM unggul.
“Potensi kolaborasi antara Kemenpora dengan Pemuda PERSIS sangat terbuka. Dan bisa saling menguatkan generasi emas Indonesia di masa depan, baik melalui penguatan karakter kebangsaan, pengembangan SDM pemuda baik fisiknya maupun pemikirannya. Kita terbuka,” ucap Taufiq.
Pertemuan ini memperlihatkan kebesaran visi Pemuda PERSIS sebagai gerakan pemuda yang tidak berjalan sendiri, tetapi siap bersanding dan bersinergi dalam membangun bangsa.
Dengan semangat musyawarah dan kolaborasi, langkah menuju Muktamar menjadi semakin bermakna: bukan sekadar konsolidasi internal, melainkan penegasan peran strategis Pemuda PERSIS dalam arus besar pembangunan nasional.
Di tengah dinamika zaman yang menuntut kualitas kepemimpinan dan ketangguhan generasi muda, Pemuda PERSIS meneguhkan diri sebagai mitra kritis sekaligus kolaboratif bagi negara—menghadirkan energi kader, kekuatan gagasan, dan komitmen kebangsaan dalam satu tarikan napas perjuangan.
[]
Kontributor: (AN)
BACA JUGA:PP Pemuda PERSIS Gelar Audiensi dengan Menteri Pertanian Bahas Hilirisasi Komoditas Perkebunan