Pemerintah Berangkatkan Kloter Pertama Ibadah Haji 2026, Begini Pesan Ketua Umum PP PERSIS

oleh Henri Lukmanul Hakim

25 April 2026 | 18:05

Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag. (Foto: PERSIS Photography)

Bandung, persis.or.id - Pemerintah secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) pada Rabu (22/4/2026), menandai dimulainya rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.


Melihat hal tersebut, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh jamaah haji Indonesia, baik yang telah berangkat maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan.


Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci.


“Atas nama Jam’iyyah Persatuan Islam (PERSIS) dan pribadi, saya mendoakan seluruh jamaah haji Indonesia diberikan kesehatan agar dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah dengan sebaik-baiknya dan meraih haji mabrur,” ujar KH. Jeje.


Ia juga menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan haji tahun ini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, agar semakin profesional, transparan, dan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


“Kami berharap, pelayanan semakin profesional, sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman. Selain itu, penyelenggaraan haji diharapkan tidak menimbulkan penyimpangan maupun pelanggaran hukum seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” tegas dia.


Selain itu, Ustaz Jeje menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).


Ia mengingatkan jamaah untuk tidak menguras tenaga secara berlebihan sebelum fase krusial tersebut.


“Tidak perlu membuang tenaga, karena saat puncak ibadah nanti kita sangat memerlukan kekuatan fisik,” katanya.


Selain itu, Ia juga mengimbau seluruh jamaah agar disiplin dan mematuhi arahan petugas, termasuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi.


Menurutnya, dengan jumlah jamaah yang besar, potensi kepadatan akan meningkat, sehingga kedisiplinan menjadi kunci kelancaran ibadah.


“Jamaah harus tertib, patuh pada aturan, serta saling membantu, terutama kepada jemaah lansia dan berisiko tinggi,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan agar jamaah memprioritaskan ibadah utama dengan mengelola energi secara bijak selama di Tanah Suci.


Di akhir pernyataannya, Ustaz Jeje kembali mendoakan seluruh jamaah agar diberikan kemudahan dan keselamatan hingga kembali ke Tanah Air.


“Kami berharap, seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran hingga pulang dengan predikat haji mabrur,” harapnya.


PERSIS juga berharap, seluruh petugas haji dapat menjalankan tugas secara profesional, sehingga pelayanan kepada jemaah berjalan optimal sepanjang penyelenggaraan haji 2026.


[]

BACA JUGA:

Ketum PP PERSIS Hadiri Manasik Akbar di Bandung: Tegaskan Pentingnya Kesiapan Fisik dan Mental