Tafsir Al-Furqan Surat Yasin Ayat 1-21

oleh Asep Sofyan Nurdin

30 April 2026 | 23:54

Tafsir Al-Furqan Surat Yasin Ayat 1-21

يٰسۤ

YÂSĪN

(HAI MANUSIA!)

Surah ke 36: 83 Ayat

Diwahyukan di MAKKAH

Juz 22

Ayat 1-21



بسم الله الرحمن الرحيم

﴿ يٰسۤ ۚ ١ ﴾


1. Yā Sīn. 3198)

3198) Hai Manusia! Hai Muhammad!


﴿ وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ ٢ ﴾


2. Demi Al-Qur’an yang hakim!3199)

3199) Yakni, perhatikanlah Al-Qur’an yang mengandung kebijaksanaan.


﴿ اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ ٣ ﴾


3. Sesungguhnya engkau3200) (adalah) dari orang-orang yang diutus,

3200) Engkau: Muhammad


﴿ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ ٤ ﴾


4. Atas jalan yang lurus,


﴿ تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ ٥ ﴾


5. Yang diturunkan oleh Yang gagah, Penyayang.


﴿ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ ٦ ﴾


6. Supaya engkau ancam kaum yang bapa-bapa mereka tidak diancam;3201) lalu mereka lalai.


3201) Kaum-kaum yang tersebut di Al-Qur’an ada dua macam; kaum yang asal dan kaum yang bercabang.

Semua kaum yang asal itu telah didatangi pengancam atau rasul. Kaum yang bercabang dari asal itu ada yang telah didatangi pengancam dan ada yang tidak. Kaum ‘Arab zaman nabi Muhammad adalah dari golongan yang kedua.


﴿ لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ٧ ﴾


7. Sesungguhnya telah wajib putusan (adzab) atas kebanyakan mereka lantaran mereka tidak (mau) beriman.


﴿ اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ ٨ ﴾


8. Sesungguhnya Kami pasangkan belenggu-belenggu di leher-leher mereka hingga ia sampai ke dagu-dagu (mereka), lalu mereka terdangak;3202)

3202) Terdangak: Terangkat kepala, tidak bisa tunduk.

Maksud Ayat ini bahwa lantaran tidak mau beriman, maka Allah belenggu jiwa-jiwa mereka sebagaimana dibelenggu leher-leher manusia hingga terdangak merupakan sombong, padahal terhina.


﴿ وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ ٩ ﴾


9. Dan Kami adakan sekatan3203) di depan mereka dan sekatan di belakang mereka, lalu Kami tabiri3204) (pandangan-pandangan) mereka hingga tidaklah bisa mereka melihat3205)

3203) Sekatan: Pagar, tembok.

3204) Tabiri: Beri Tabir, beri tirai.

3205) Maksud Ayat ini bahwa lantaran mereka tidak mau beriman, maka Allah belenggu jiwa-jiwa mereka (ayat 8) dan Allah adakan tutupan di depan, di belakang, di penglihatan mereka, hingga mereka jadi buta dalam segala hal kebaikan Akhirat.


﴿ وَسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ١٠ ﴾


10. Dan (jadi) sama saja atas mereka,3206) maupun engkau ancam mereka atau pun tidak engkau ancam mereka;3207) tidak akan beriman.

3206, 3207) “Mereka” yang tersebut di Ayat ini dan lainnya yang menunjuk kepada kafir Makkah atau musyrikin, maksudnya ialah sebahagian dari mereka, bukan semuanya. Demikian juga tentang Yahudi, Kristen, Munafiqin dan lain penyembah berhala.


﴿ اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ ١١ ﴾


11. Engkau hanya (perlu) mengancam orang yang (kira-kira) bisa mengikut peringatan3208) dan takut kepada (Tuhan) Pemurah dalam (urusan) ghaib.3209) Oleh itu, gemarkanlah dia dengan keampunan dan ganjaran yang mulia.

3208) Mengikut peringatan: Beriman kepada Al-Qur’an

3209) Yakni, takut kepada Allah dalam urusan yang tidak dilihat oleh manusia atau dalam urusan Akhirat.


﴿ اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ ࣖ ١٢ ﴾


12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami menulis apa-apa yang mereka kerjakan dan (menulis) bekas-bekas mereka,3210) karena tiap-tiap suatu Kami kumpulkan dia di Imam yang nyata.3211)

3210) bekas-bekas mereka: ‘Amal-amal mereka yang baik atau yang jahat, yang ketinggalan dan jadi pedoman atau ikutan manusia.

3211) Imam yang nyata, maksudnya Kitab catatan ‘amal makhluk yang dinamakan Al-lauhil Mahfuz: Papan catatan yang terpelihara.


﴿ وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا اَصْحٰبَ الْقَرْيَةِۘ اِذْ جَاۤءَهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ ١٣ ﴾


13. Dan adakanlah bagi mereka satu perbandingan (yaitu) penduduk-penduduk negeri itu,3212) tatkala datang kepada mereka utusan-utusan.3213)

3212) Menurut ahli-ahli tafsir, bahwa negeri yang dimaksudkan di sini ialah Anthakiyah.

3213) Yaitu utusan-utusan yang dikirim oleh nabi Isa buat mengajak mereka memeluk agamanya.


﴿ اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ ١٤ ﴾


14. (Yaitu) tatkala Kami kirim3214) kepada mereka dua (utusan), lalu mereka dustakan mereka berdua, lalu Kami teguhkan dengan ketiga3215) lalu mereka berkata: “Sesungguhnya kami (ini) diutus kepada kamu”.3216)

3214) Maksud “Kami kirim” ialah Kami perintah Isa buat kirim.

3215) Oleh sebab dua utusan itu didustakan, maka Kami perintah ‘Isa kirim seorang lagi.

3216) Yakni, buat mengajak kamu masuk agama Allah.


﴿ قَالُوْا مَآ اَنْتُمْ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ وَمَآ اَنْزَلَ الرَّحْمٰنُ مِنْ شَيْءٍۙ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَكْذِبُوْنَ ١٥ ﴾


15. Mereka jawab: “Kamu tidak lain melainkan manusia seperti kami; dan (Tuhan) Pemurah tidak turunkan sesuatu. Kamu tidak lain melainkan berdusta”.


﴿ قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ اِنَّآ اِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ ١٦ ﴾


16. Mereka berkata: “Tuhan kami tahu, bahwa sesungguhnya kami diutus kepada kamu”.


﴿ وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ ١٧ ﴾


17. “Dan tidak ada (kewajiban) atas kami melainkan penyampaian yang nyata”.3217)

3217) Maknanya, menyampaikan amanat dengan terang.


﴿ قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ ١٨ ﴾


18. Mereka berkata:3218) “Sesungguhnya kami merasa sial dengan kamu. Jika kamu tidak berhenti, niscaya kami rejam kamu, dan akan mengenai kamu ‘adzab yang pedih dari kami”.

3218) Ahli Anthakiyah itu berkata kepada utusan-utusan nabi ‘Isa.


﴿ قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ ١٩ ﴾


19. Mereka jawab: “Sial kamu itu (ada) beserta kamu. Adakah (sial) jika kamu diingatkan? Bahkan (adalah) kamu kaum yang melewati batas”.


﴿ وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ ٢٠ ﴾


20. Dan datang dari ujung kota itu seorang dengan terburu-buru; ia berkata; “Hai kaumku! Turutlah utusan-utusan itu”.


﴿ اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ ۔ ٢١ ﴾


21. “Turutlah mereka yang tidak meminta upah dari pada kamu, sedang mereka orang-orang yang terpimpin”.3219)


3219) Maksud ayat 20 dan 21, bahwa dari desa Anthakiyah itu datang seorang dengan terburu-buru lantaran mendengar kaumnya tidak mau beriman kepada ‘Isa, malah mau membunuh utusan-utusan atau mubaligh-mubalighnya, lalu ia berkata: “Hai kaumku! Turutlah utusan-utusan itu, yaitu utusan-utusan yang tidak meminta upah dari kamu buat memimpin kamu. Mereka tidak meminta upah itu berarti mereka orang-orang yang ikhlas dan terpimpin”.


BACA JUGA:

Tafsir Al-Furqan Surat Fatir Ayat 32-45