RAMALLAH – Tujuh puluh delapan tahun sejak peristiwa kelam Nakba 1948, bangsa Palestina terus membuktikan keteguhan mereka (sumud) di atas tanah para nabi. Meski dipisahkan oleh tembok pendudukan dan tersebar di berbagai belahan benua, fakta terbaru menunjukkan bahwa populasi Palestina justru mengalami pertumbuhan yang signifikan, menjadi ancaman nyata bagi narasi demografis Zionis Israel.
Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) pada Selasa (12/05/2026), populasi global warga Palestina kini tercatat telah mencapai 15,5 juta jiwa. Angka ini menunjukkan peningkatan pesat di tengah upaya sistematis pembersihan etnis yang dilakukan oleh pasukan pendudukan melalui berbagai agresi di Jalur Gaza maupun penyitaan lahan di Tepi Barat.
Laporan PCBS merinci bahwa dari total tersebut, sekitar 7,4 juta jiwa menetap di tanah Palestina bersejarah (historical Palestine), sementara 8,1 juta jiwa lainnya hidup di pengasingan atau diaspora. Dari angka diaspora tersebut, 6,8 juta jiwa tercatat bertahan di negara-negara Arab sebagai pengungsi yang tetap memegang teguh kunci-kunci rumah mereka di tanah air yang dirampas.
Keseimbangan Demografis yang Mengkhawatirkan Penjajah
Hal yang paling menarik dari data tahun 2026 ini adalah jumlah populasi Palestina di tanah bersejarah yang kini mulai mengimbangi populasi Yahudi Israel. Saat ini, terdapat sekitar 7,4 juta warga Palestina termasuk 2 juta jiwa yang memegang kewarganegaraan Israel dan lebih dari 5 juta jiwa di wilayah pendudukan—yang secara langsung menandingi angka 7,5 juta warga Yahudi di sana.
Situasi ini secara politik diartikan sebagai "bom demografis" yang menghantui masa depan eksistensi negara Zionis. Hal ini pula yang disinyalir menjadi pendorong utama bagi kebijakan ekstrem Israel untuk melakukan pengusiran massal, blokade air, hingga penghancuran rumah-rumah warga demi mengubah komposisi kependudukan di Yerusalem dan Tepi Barat.
Ketahanan di Wilayah Pendudukan
Hingga akhir tahun 2025, PCBS memproyeksikan sebanyak 5,6 juta warga Palestina menetap di wilayah yang diduduki (oPt). Secara rinci, 3,43 juta jiwa berada di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sementara 2,13 juta jiwa tetap bertahan di Jalur Gaza meskipun wilayah tersebut terus dibayangi krisis kemanusiaan yang akut.
Bagi umat Islam dan pegiat kemanusiaan, angka-angka ini bukan sekadar statistik kependudukan. Ini adalah manifestasi dari janji Allah akan kemenangan bagi mereka yang bersabar dan tetap istiqamah menjaga tanah wakaf umat Islam dari cengkeraman penjajahan. Pertumbuhan ini menjadi pesan kuat bahwa meski geografi mereka dipersempit, akar bangsa Palestina di tanah mereka sendiri justru kian menghujam dalam.
[]
Reporter: Alfy Isya Muharam
BACA JUGA:Jemaah Haji KBIHU PERSIS Jakarta Nikmati Kemudahan Makkah Route di Bandara Soekarno-Hatta