Jakarta, persis.or.id - Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) DKI Jakarta menekankan pentingnya fondasi ilmu dalam aktivitas dakwah. Pesan itu disampaikan Ketua PW PERSIS DKI Jakarta, KH Sofyan Munawar, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pembinaan Mubaligh di kantor PW PERSIS DKI Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Kiai Sofyan, keberhasilan seorang da’i tidak semestinya diukur dari seberapa sering tampil di ruang publik atau mendapatkan perhatian di media sosial. Sebaliknya, kualitas dakwah lebih penting dilihat dari kemampuan ilmu yang dimiliki untuk membimbing masyarakat menuju kebaikan.
“Ustaz yang berhasil bukan yang paling sering tampil, apalagi viral setiap hari, tapi yang paling banyak menghadirkan hidayah melalui ilmunya,” ujar KH Sofyan dalam pemaparannya.
Selain itu, ia menjelaskan, dakwah membutuhkan bashirah atau pemahaman yang dilandasi ilmu. Menurut dia, para sahabat yang diutus Rasulullah ﷺ untuk berdakwah merupakan sosok pilihan yang memiliki bekal keilmuan yang kuat.
Karena itu, Sofyan mendorong para asatiz dan da’i PERSIS membangun karakter dakwah melalui lima pilar, yakni ilmu (ilman), kemampuan berijtihad dengan penguasaan ushul fikih, akhlak (akhlaqan), hikmah (hikmatan), serta khidmat (khidmatan).
Ilmu menjadi dasar agar setiap dalil dan rujukan yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, penguasaan ushul fikih diperlukan agar seorang da’i mampu memahami dan menempatkan dalil secara tepat.
Di sisi lain, kemampuan keilmuan tersebut harus berjalan bersama akhlak. KH Sofyan menyebut keikhlasan, tawadu, dan ketulusan sebagai bagian penting dari karakter seorang mubaligh. Selain itu, da’i perlu memiliki hikmah dengan memahami kondisi jamaah serta menjadikan ilmu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Dalam menyampaikan dakwah, ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang persuasif dan penuh kasih sayang. Dakwah, kata dia, semestinya menjadi jalan untuk mengajak dan memperbaiki, bukan mempermalukan ataupun menghakimi.
“Dakwah berarti mengajak bukan memaksa, membimbing bukan menghakimi, dan memperbaiki bukan mempermalukan,” tegasnya.
BACA JUGA:PD PERSIS Jakarta Pusat Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Islam Melalui Seminar Peningkatan Mutu