Bandung, persis.or.id – Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) mengadakan sharing dan hearing untuk penyelarasan konsep gerakan bersama Pimpinan Pusat (PP) PERSIS di Gedung PP PERSIS, Viaduct, Bandung, Sabtu (17/8/2026).
Agenda ini diikuti oleh Ketua Umum PP Pemuda PERSIS, Hilman Rasyid, beserta BPH, seluruh Kabid dan Ketua Lembaga tasykil PP Pemuda PERSIS Periode 2026-2031.
Dari PP PERSIS hadir Ketua Umum K.H. Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag; Wakil Ketua Umum Prof. Dr. H. Atip Latipulhayat, S.H., LLM.; Sekretaris Umum Dr. KH. Haris Muslim, Lc., M.Ag.; Bendahara Umum H. Andi Sugandi; Ketua Bidang Maaliyah H. Aay Muhammad Furkon, MA., ME.Sy., dan Ketua Bidang Jam'iyyah H. Salam Rusyad, Lc.
Ketua Umum PP Pemuda PERSIS, Hilman Rasyid, menyampaikan bahwa arahan dari PP PERSIS menjadi acuan penting sebelum dilaksanakannya Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) pertama PP Pemuda PERSIS.
"Ini adalah titik tolak kita menyusun program kerja lima tahun ke depan. Arahan PP PERSIS akan menjadi kompas utama agar gerakan Pemuda PERSIS benar-benar berdampak," ujar Hilman.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH. Jeje Zaenudin, M.Ag., menekankan agar Pemuda PERSIS tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi menjadi penggerak peradaban.
"Transformasi dakwah adalah memfokuskan gerakan pada karya ketimbang cerita, bergeser dari pendefinisian ke penghadiran Islam, dan lebih fokus pada pencapaian ketimbang penyampaian," terangnya.
Ketum PP PERSIS memberikan 8 penekanan strategis. Pertama, mengubah orientasi dari aktivitas menjadi hasil outcome dan dampak impact. Kedua, setiap program harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas dan berbasis data.
Ketiga, menjadikan kaderisasi sebagai jantung gerakan. Keempat, menguasai ruang digital sebagai medan dakwah baru. Kelima, menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa. Keenam, membangun budaya organisasi yang profesional. Ketujuh, memperluas kolaborasi dan jejaring. Kedelapan, menyiapkan kepemimpinan masa depan.
"Pemuda PERSIS tidak boleh berjalan sendiri. Bangun sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pesantren, dan berbagai lembaga yang memiliki visi membangun umat dan bangsa," tegasnya.
Wakil Ketua Umum PP PERSIS, Prof. Atip Latiful Hayat, menambahkan bahwa melalui kaderisasi formal struktural seperti Tafiq, Pemuda PERSIS harus mampu memproduksi kader muda yang intelektual sekaligus bermental aktivis.
Di akhir pertemuan, Ketum PP PERSIS mengajak seluruh tasykil PP Pemuda PERSIS Periode 2026-2031 menjadikan setiap program kerja sebagai ibadah dan menguatkan 5 nilai kerja, yakni: visioner, profesional, cepat, kolaboratif, dan berorientasi hasil, dengan moto Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, Kerjasama, dan Kerja Tuntas.
[]
BACA JUGA:PP Pemuda PERSIS Gelar Audiensi dengan Menteri Pertanian Bahas Hilirisasi Komoditas Perkebunan