Dari Pembinaan ke Kelulusan: 192 Mubalighat Perkuat Dakwah PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung

oleh Ilmi Fadhilah

24 Februari 2026 | 10:09

Pelaksanaan kegiatan Pembinaan Mubalighat dan Kelulusan Taujihatul Mubalighat pada Ahad (15/2/2026) di Gedung Mohamad Toha, Soreang. (Foto: Persis Photography)

Kabupaten Bandung, persis.or.id - Pimpinan Daerah Pemudi Persatuan Islam (PD Pemudi PERSIS) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Pembinaan Mubalighat dan Kelulusan Taujihatul Mubalighat pada Ahad (15/2/2026) di Gedung Mohamad Toha, Soreang.


Kegiatan yang diikuti 192 peserta ini terdiri dari 82 orang peserta pembinaan mubalighat dan 110 orang peserta kelulusan Taujihatul Mubalighat.


Seluruhnya berasal dari unsur mubalighat tingkat PD dan Pimpinan Cabang (PC), utusan ketua, Bidang Garapan (Bidgar) Dakwah, Bidgar Pendidikan, anggota, serta alumni Taujihatul Mubalighat.


Prosesi kelulusan diikuti peserta dari Marhalah Ula, Marhalah Tsaniyah, dan Marhalah Tsalisah yang telah menyelesaikan tahapan pembinaan.


Kegiatan tersebut berlangsung khidmat, diawali dengan pembukaan, pembacaan Al-Qur’an, dan sambutan-sambutan.


Ketua PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung, Desyanti Nurhayati, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis dalam penguatan kader dakwah, baik dari sisi keilmuan maupun mental dan spiritual.


“Jangan merasa kecil, jangan merasa tidak pantas, karena dakwah tidak harus menunggu sempurna, tetapi menuntut kita untuk terus bergerak,” ujarnya.


Ketua pelaksana, Amilah Qisthie, berharap agar semakin banyak anggota yang menyadari pentingnya mengikuti program pembinaan sebagai bagian dari hak dan kewajiban kader.


“Ke depan, kami berharap lebih banyak anggota yang sadar untuk mengambil haknya sebagai anggota, yaitu mengikuti Taujihatul Mubalighat sebagai proses pembinaan diri,” katanya.


Kegiatan ini menjadi wujud komitmen PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung dalam membina dan melahirkan mubalighat yang berilmu, bermental sehat, serta siap menguatkan dakwah di tengah masyarakat.


Pembinaan Mubaligh


Sesi pembinaan menghadirkan mubalighat Hj. Gyan Puspa Lestari dengan tema “Mental Sehat, Dakwah Menguat.”


Dalam pemaparannya, Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai fondasi dalam menjalankan peran dakwah di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.


“Dakwah hari ini membutuhkan ketangguhan hati, keluasan ilmu, dan kebijaksanaan sikap. Mental yang sehat akan melahirkan dakwah yang kuat dan menenangkan,” tuturnya.


Prosesi Kelulusan


Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi kelulusan Taujihatul Mubalighat yang berlangsung haru dan penuh rasa syukur.


Para peserta yang telah menyelesaikan tahapan marhalah dinyatakan lulus dan siap mengemban amanah dakwah di lingkungan masing-masing.


Perwakilan peserta, Jahira Salsabila, menyampaikan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses pembinaan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.


“Kami menyadari sepenuhnya bahwa kelulusan hari ini bukanlah akhir dari proses pembinaan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu yang kami peroleh adalah amanah," ungkapnya.


"Status lulusan bukanlah kebanggaan semata, melainkan pengingat bahwa kami kini dipanggil untuk mengamalkan, bukan sekadar memahami,” tambahnya.


Ia menambahkan bahwa para lulusan berkomitmen untuk terus belajar dan berkontribusi di tengah masyarakat.


“Kami mungkin tidak sempurna dan masih terus belajar. Namun kami berkomitmen untuk terus menuntut ilmu, menjaga adab, memperbaiki diri, serta menyampaikan kebaikan sesuai kapasitas yang Allah titipkan," tandasnya.


"Kami ingin menjadi muslimah yang tidak larut dalam arus zaman, tetapi mampu memberi arah perubahan—tidak hanya menjadi penonton, tetapi penggerak, dan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” pungkasnya.


[]


Kontributor: Nisa Nurafiah (Bendahara PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung)

BACA JUGA:

Gelar Pelatihan Jurnalistik, PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung Optimis Lahirkan Jurnalis Beradab dan Bermartabat

Ketua PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung, Desyanti Nurhayati.
Reporter: Ilmi Fadhilah Editor: Fia Afifah Rahmah