Bandung, persis.or.id - Suasana Aula Balaikota Bandung mendadak hangat, interaktif, dan penuh gelak tawa pada Ahad, 11 Oktober 2026. Bertepatan dengan acara Grand Launching Muktamar Pemudi Persatuan Islam (PERSIS), dr. Gia Pratama hadir memukau ratusan peserta dalam seminar kesehatan bertajuk "Menjaga Kestabilan Hormon di Usia Produktif: Investasi Kesehatan untuk Perempuan Berdaya dan Bermakna".
Dengan pembawaan yang smart, ringan, namun tetap berisi informasi ‘bergizi’, dr. Gia sukses mengemas materi medis yang kompleks menjadi sangat dekat dengan keseharian peserta. Sesi ini kian hidup berkat deretan cerita pasien yang relate, visualisasi edukatif, serta sesi tanya jawab interaktif yang memikat.
Dalam materinya, dr. Gia mengawalinya dengan mengajak peserta memahami betapa luar biasanya organ tubuh manusia, khususnya dalam membedakan karakteristik biologis antara laki-laki dan perempuan.
Misalnya saat menjelaskan ketangguhan jantung dan kambung. Dia mangatakan, jantung bekerja tanpa henti memompa darah hingga 100.000 kali per hari, bahkan saat seseorang tertidur.
Sementara itu, lambung yang berfungsi sebagai organ pengolah makanan sering kali "kerja keras" akibat kebiasaan makan terlalu cepat, yang memicu produksi asam berlebih dan masalah pencernaan.
“Jika lambung terus-menerus teregang akibat porsi makan berlebih, ukurannya bisa memanjang secara permanen dan memicu rasa lapar kronis,” ujarnya.
Di antara organ otot lainnya, rahim memiliki keunikan tersendiri. Dengan ukuran awal sekepalan tangan dan berat hanya sekitar 70 gram, rahim mampu membesar secara drastis dan kembali ke ukuran semula tanpa kehilangan fungsi utamanya.
Dalam paparan selanjutnya, banyak orang yang mengira haid dan siklus menstruasi adalah hal yang sama, padahal haid hanyalah bagian dari siklus menstruasi itu sendiri. Siklus menstruasi normal umumnya berjalan selama 28 hari dengan durasi haid sekitar 3 hingga 7 hari.
“Selama masa reproduktif, seorang perempuan rata-rata mengeluarkan sekitar 70 cc darah per haid, yang jika diakumulasikan selama 40 tahun bisa mencapai total 42 liter darah. Angka ini setara dengan delapan kali lipat volume darah normal yang ada di dalam tubuh manusia,” paparnya.
Refleksi Penting: Memahami Tubuh Demi Perempuan yang Sehat
Di tengah tabunya pembicaraan seputar siklus reproduksi di ruang publik, dr. Gia mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan hormonal perempuan. Seringkali perempuan menghadapi "roller coaster" biologis yang jauh lebih dinamis dibandingkan laki-laki.
“Pemahaman mendalam mengenai tubuh—mulai dari menjaga pola makan, mengelola stres, hingga peka terhadap sinyal tubuh—adalah investasi terbaik agar perempuan senantiasa berdaya, sehat, dan bermakna di usia produktif,” tandasnya.
Di akhir pemaparannya, dr. Gia memaparkan pesan penting kepada seluruh peserta yang ada di ruangan seminar. “Para wanita ingat, kalian semua istimewa,” ucapnya, ditutup dengan riuh dan tepuk tangan dari semua orang di ruangan tersebut.
[]
BACA JUGA:Grand Launching Muktamar XIII Pemudi PERSIS: Ajang Konsolidasi dan Kreativitas Menuju “Dakwah Membumi, Entitas Meninggi”