IPPI PERSIS Tegaskan Peran Strategis Pelajar Putri sebagai Ruang Aman Anti Perundungan

oleh Fia Afifah

22 Desember 2025 | 14:29

Ketua Umum IPPI PERSIS, Zihan Siti Nurhaliza menyampaikan materi dengan tema “Peran Organisasi Pelajar dalam Melawan Perundungan (Bullying) dari Perspektif Perempuan”.

Jakarta, persis.or.id - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Persatuan Islam (IPPI) ikut serta dalam kegiatan Seminar Pendidikan bertajuk “Kolaborasi Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman” yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI).


Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 15 Desember 2025, di Jakarta ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem pendidikan yang mengusung kampanye bertagar #RukunsamaTeman.


Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur kementerian, di antaranya Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media, Kepala Sub bagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri, serta perwakilan dari Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI.


Selain IPPI PERSIS, kegiatan ini juga melibatkan para Ketua Umum organisasi kepelajaran nasional, seperti PP Ikatan Pelajar Persatuan Islam (IPP), PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), PP Pelajar Nahdlatul Ulama (PPNU), PP Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), serta Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII).


Untuk menambah perspektif dari kalangan tokoh pendakwah muda, seminar ini turut menghadirkan Bachrul Alam yang dikenal luas sebagai Ustaz Kalcer.


Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum IPPI PERSIS, Zihan Siti Nurhaliza berkesempatan untuk menyampaikan materi dengan tema “Peran Organisasi Pelajar dalam Melawan Perundungan (Bullying) dari Perspektif Perempuan”.


Dalam pemaparannya, Zihan menegaskan bahwa IPPI PERSIS mengecam keras segala bentuk perundungan yang masih marak terjadi, khususnya di lingkungan sekolah sebagai institusi pendidikan.


Zihan menegaskan bahwa perundungan bukan persoalan sepele, melainkan masalah struktural yang memerlukan penanganan kolektif, termasuk keterlibatan aktif organisasi pelajar putri seperti IPPI PERSIS.


“Organisasi pelajar memiliki posisi yang strategis sebagai lingkungan pembentuk perilaku positif,” ujar Zihan.


Menurutnya, terdapat tiga peran utama organisasi pelajar, yakni sebagai agen edukasi sosial, ruang aman (safe space), serta wadah dukungan sosial dan advokasi bagi korban perundungan. Ketiga peran tersebut dinilai penting dalam meningkatkan kepercayaan diri pelajar.


Berangkat dari tiga peran tersebut, Zihan menekankan bahwa organisasi pelajar perlu melangkah lebih jauh dengan membangun kapasitas internal pelajar, seperti penguatan harga diri (self-esteem), kepemimpinan perempuan, dan keberanian moral (moral courage).


Selain itu, Ia mengatakan bahwa organisasi pelajar juga harus mampu menjadi ruang yang menumbuhkan nilai-nilai tersebut secara berkelanjutan.


Dengan tegas, Zihan menyampaikan bahwa perempuan yang diberdayakan secara kognitif dan emosional akan lebih berani bersuara, tidak mudah menjadi korban, serta mampu menjadi pelindung bagi sesama.


Menutup materinya, Zihan menegaskan peran penting organisasi pelajar dalam kampanye tersebut. “Pada akhirnya, kita harus membangun budaya pelajar yang bebas dari perundungan dan menjunjung tinggi martabat perempuan,” pungkasnya.


[]


Kontributor: Ismi Asita

BACA JUGA:

IPP dan IPPI PERSIS Gelar Doa Bersama: Tanggung Jawab Moral Pelajar untuk Negeri

Reporter: Fia Afifah Editor: Fia Afifah Rahmah