Kecam Serangan Bandara Riyadh, Ketum PP PERSIS Serukan Perlindungan Tanah Suci

oleh Henri Lukmanul Hakim

•

13 Oktober 2026 | 15:39

Ketua Umum PP PERSIS, Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag

Jakarta, persis.or.id - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mengecam serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil yang dilaporkan terjadi di Bandara Riyadh, Arab Saudi, pada 10 Oktober 2026, 11 Oktober 2026, dan malam 12 Oktober 2026 yang dikaitkan dengan kelompok bersenjata Houthi dari Yaman.


PP PERSIS juga mendesak penghentian eskalasi konflik di Timur Tengah, serta meminta pemerintah Indonesia meningkatkan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI), khususnya jamaah umrah dan pekerja migran.


Untuk melindungi warga Indonesia, PP PERSIS meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan diplomatik di Arab Saudi serta kawasan Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan.


Pemerintah juga didorong memastikan perlindungan WNI, termasuk jamaah umrah dan pekerja migran Indonesia, serta berperan aktif dalam upaya meredakan konflik.


Ketua Umum PP PERSIS, Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag mengatakan, serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil merupakan ancaman serius bagi keselamatan manusia, keamanan transportasi internasional, dan stabilitas kawasan apabila laporan tersebut terkonfirmasi.


“Atas nama pribadi dan jam’iyyah PP PERSIS, saya mengecam serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil yang dilaporkan terjadi di Bandara Riyadh, Arab Saudi,” kata K.H. Jeje dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).


Ia menegaskan, PP PERSIS menolak segala bentuk kekerasan bersenjata yang menjadikan bandara, fasilitas transportasi, dan infrastruktur sipil sebagai sasaran serangan.


Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, hukum humaniter internasional, serta ajaran Islam yang menjunjung tinggi perlindungan jiwa manusia atau hifzh al-nafs.


PP PERSIS juga menekankan pentingnya menjaga keamanan Arab Saudi, karena negara tersebut menaungi dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah. Stabilitas Arab Saudi tidak hanya berkaitan dengan kepentingan nasional negara tersebut, tetapi juga keselamatan jutaan umat Islam yang melaksanakan ibadah haji dan umrah.


“Keselamatan jamaah dan kelancaran akses menuju Tanah Suci harus dijaga dari segala ancaman konflik bersenjata,” tegasnya.


Ia selanjutnya menyerukan kelompok Houthi dan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik kawasan agar menghentikan serangan yang membahayakan penduduk sipil dan memperluas peperangan.


Menurutnya, perbedaan politik, persaingan kekuasaan, dan pertentangan geopolitik tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengorbankan masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik.


Selain itu, PP PERSIS mendorong negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengedepankan dialog, rekonsiliasi, dan diplomasi. Konflik berkepanjangan di antara negara dan masyarakat Muslim dinilai dapat memperbesar penderitaan umat, melemahkan solidaritas dunia Islam, serta membuka ruang bagi intervensi kepentingan geopolitik asing.


PP PERSIS turut mengimbau, umat Islam agar menyikapi perkembangan situasi Timur Tengah secara tenang, kritis, dan bertanggung jawab. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun menjadikan konflik geopolitik sebagai alasan untuk memicu permusuhan sektarian dan perpecahan.


Ustaz Jeje juga mengingatkan pentingnya mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik, sebagaimana diperintahkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 9.


PP PERSIS menegaskan bahwa menjaga keamanan Tanah Suci, melindungi kehidupan manusia, dan memperjuangkan perdamaian merupakan bagian dari tanggung jawab keislaman dan kemanusiaan.


[]

BACA JUGA:

K.H. Jeje Zaenudin: Kongres Umat Islam VIII Harus Hasilkan Langkah Konkret untuk Perkuat Persatuan dan Bangun Bangsa