Kepemimpinan Baru Pesantren PERSIS 04 Cianjur Usung Semangat "Istimroru wat-Tajdid", Fokus pada Penguatan Adab

oleh Fia Afifah

•

07 November 2026 | 15:06

Proses pelantikan tasykil baru oleh Mudirul 'Amm Pesantren PERSIS 04 Cianjur, Drs. H. Dani Hamdani, Sabtu (07/11/2026).

Cianjur, persis.or.id — Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 04 Cianjur memasuki babak kepemimpinan baru di bawah kepengurusan tasykil yang baru dilantik dalam momen bai’at santri yang digelar di halaman pesantren, Sabtu (07/11/2026) pagi.


Dalam arahannya, Mudirul ‘Amm Pesantren PERSIS 4 Cianjur, Drs. H. Dani Hamdani, memaparkan secara mendalam arah kebijakan, strategi penyusunan tasykil, hingga skala prioritas program yang akan dijalankan ke depan.


Mengenai dasar pemilihan jajaran tasykil yang baru, Ustaz Dani menjelaskan bahwa pihaknya mencoba merekrut tenaga-tenaga muda potensial di bidangnya masing-masing agar sesuai dengan ekspektasi.


Selain itu, pemilihan tasykil juga didasarkan pada pengkajian pengalaman, salah satunya terkait dengan lingkungan pondok. Menurutnya, penunjukan pengelola bidang pondok didasari oleh latar belakang pengalaman kepesantrenan yang mumpuni.


Begitu pula dengan bidang publisitas, yang dipercayakan kepada figur luar kepesantrenan, namun memiliki potensi besar dalam mempublikasikan program-program pesantren secara umum.


Penyegaran juga dilakukan secara signifikan di bagian Tata Usaha (TU) dengan penambahan personel, ini dilakukan demi mengatasi tingginya volume tugas dan tanggung jawab.


"Mudah-mudahan dengan ditambahnya personil bisa lebih menambah efektif dalam berjihadnya. Dan mudah-mudahan dengan tenaga muda, semangat muda, program juga kemuda-mudaan lah. Jadi ke depan lebih progresif dalam melaksanakan program-program,” terangnya.


Konsep "Think Globally, Do Locally"


Berkaitan dengan visi khusus lembaga, Is menegaskan bahwa program-program yang dilaksanakan selalu berlandaskan pada kaifiyah tarbiyah dari Pimpinan Pusat (PP) PERSIS. Pihaknya bertindak sebagai pelaksana yang merujuk penuh pada pedoman pusat agar lebih mudah dikontrol.


Prinsip operasional yang dipegang adalah memadukan pemikiran global dengan aksi lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan riil di seluruh jenjang pesantren.


"Secara umum kami itu thinking-nya globally terkait dengan kaifiyah, tapi do'ing-nya locally terkait dengan kebutuhan di jamiyah atau di bawah, begitu. Konsep awal globalnya adalah konsep kaifiyah PP. Aplikasinya disesuaikan dengan kepentingan atau kebutuhan di jamaah atau di pesantren, di jenjang masing-masing," jelasnya.


Meski demikian, masing-masing jenjang tetap diberi kewenangan untuk berkiprah selama tidak bertolak belakang dengan kaifiyah yang ada.

BACA JUGA:

Daurah Qurban dan Manasik Haji MTS PERSIS 04 Cianjur Libatkan 330 Peserta, Gratis

Reporter: Fia Afifah Editor: Fia Afifah Rahmah