Ketum PERSIS Dr. Jeje Zaenudin: Dakwah Harus Membangun Jamaah, Penghafal Hadis Adalah Penjaga Kemurnian Islam

oleh Henri Lukmanul Hakim

24 Juli 2026 | 06:02

Dakwah Harus Membangun Jamaah, Penghafal Hadis Adalah Penjaga Kemurnian Islam

Bekasi - Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag., melanjutkan kajian kitab I'lamul Muwaqqi'in 'an Rabbil 'Alamin karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Persatuan Islam Official, Kamis (23/7/2026).


Dalam kajian tersebut, Ustadz Dr. Jeje menjelaskan bahwa dakwah kepada Allah SWT merupakan syiar dan identitas utama orang-orang yang beruntung (Hizbul Muflihin). Mereka adalah para pendakwah dan pengikutnya yang menyeru manusia menuju jalan Allah berdasarkan ilmu, pemahaman, dan hujah yang jelas.


Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Yusuf ayat 108, Ustadz Dr. Jeje menegaskan bahwa dakwah harus dibangun di atas bashirah atau ilmu yang mendalam. Dakwah juga tidak cukup dilakukan secara individual, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk jamaah yang terorganisasi.


“Allah berfirman, 'Katakanlah, inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah di atas bashirah.' Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah memiliki pemimpin dan pengikut, memiliki jamaah yang bergerak bersama menegakkan risalah Islam,” ujarnya.


Menurutnya, tantangan dakwah pada era digital saat ini sering kali bergeser kepada upaya mengejar popularitas, jumlah pengikut, atau penonton. Padahal, tujuan utama dakwah adalah membentuk jamaah yang memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar.


“Dakwah bukan sekadar mengumpulkan follower atau viewer, tetapi membangun jamaah yang berjalan bersama dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya,” tegasnya.


Dalam pembahasannya, Ustadz Dr. Jeje menguraikan bahwa penyampaian ajaran Islam dilakukan melalui dua cara. Pertama, menyampaikan lafaz-lafaz Al-Qur’an dan hadis sebagaimana datangnya dari Rasulullah SAW. Kedua, menjelaskan kandungan makna dan pesan yang terkandung di dalam nash tersebut agar dapat dipahami dan diamalkan oleh umat.


Lebih lanjut, Ustadz Dr. Jeje mengulas penjelasan Imam Ibnu Qayyim tentang dua kelompok utama ulama dalam umat Islam. Kelompok pertama adalah Huffadzul Hadis, yakni para penghafal dan penjaga hadis Nabi SAW. Mereka bertugas menjaga keaslian riwayat, meneliti sanad dan matan hadis, serta memastikan ajaran Islam tetap tersampaikan secara autentik kepada generasi berikutnya.


Menurutnya, para penghafal hadis memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena mereka menjadi benteng penjaga kemurnian agama dari berbagai bentuk penyimpangan, perubahan, dan pencampuran pemikiran yang tidak bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.


“Mereka menjaga mata air ilmu agar tetap jernih. Sebelum berbagai pemikiran masuk dan memengaruhi pemahaman umat, para ulama hadis telah melakukan penyaringan dan verifikasi sehingga ajaran Islam tetap sampai kepada umat dalam keadaan murni,” jelasnya.


Selain itu, Ustadz Dr. Jeje menerangkan bahwa peran para ulama hadis bukan sekadar menghafal riwayat, tetapi juga menjaga pokok-pokok agama, melestarikan pemahaman yang benar, serta melindungi umat dari syubhat dan penyimpangan yang dapat merusak akidah maupun syariat.


Dalam kesempatan itu, ia juga mengutip perkataan Imam Ahmad bin Hanbal yang menyebut para ulama sebagai pewaris para nabi yang senantiasa hadir pada setiap zaman untuk membimbing manusia menuju petunjuk Allah.


Menurut Imam Ahmad, para ulama telah menghidupkan hati yang mati dengan ilmu, membuka mata yang buta dengan cahaya petunjuk, serta menyelamatkan banyak manusia dari kesesatan melalui Al-Qur’an dan Sunnah.


Menutup kajiannya, Ustadz Dr. Jeje mengajak umat Islam untuk menghormati dan mengambil manfaat dari perjuangan para ulama, khususnya para penghafal hadis yang telah berkhidmat menjaga warisan Rasulullah SAW selama berabad-abad.


“Keberadaan para penghafal hadis adalah nikmat besar bagi umat. Melalui mereka, kemurnian ajaran Islam tetap terjaga, sehingga umat dapat mengenal dan mengamalkan agama sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Ketum PERSIS Respons BP Haji Rekrut Karyawan Lintas Agama, Begini Katanya