Bandung, persis.or.id — Semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan terlihat jelas dalam Lomba Recycle Persistri yang digelar dalam rangkaian kegiatan PERSIS Ramadhan Expo. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai perwakilan jam’iyyah Persistri dari beberapa daerah di Bandung yang hadir membawa beragam karya kreatif hasil daur ulang barang bekas, Jum'at (7/3/2026).
Lomba ini menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian pengunjung karena menampilkan berbagai kreasi unik yang dibuat dari bahan-bahan sederhana yang sering dianggap tidak berguna. Melalui sentuhan kreativitas para peserta, barang-barang bekas tersebut diolah kembali menjadi produk yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki nilai guna.
Berbagai karya ditampilkan dalam lomba ini, mulai dari hiasan rumah, kerajinan tangan, hingga barang fungsional yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar karya dibuat dari bahan-bahan seperti tutup botol plastik, kardus bekas, botol minuman, hingga berbagai limbah rumah tangga lainnya yang kemudian diolah menjadi produk yang kreatif dan bernilai.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah serta memanfaatkan kembali barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Salah satu peserta lomba yang berhasil meraih juara mengungkapkan rasa haru dan tidak menyangka karyanya dapat terpilih sebagai pemenang. Ia mengaku bahwa kreasi yang dibuatnya sebenarnya sangat sederhana.
“Wah, amazing sih. Saya juga tidak menyangka bisa menjadi juara, karena kreasi yang saya buat sebetulnya sangat sederhana. Hanya menggunakan tutup botol bekas dan lem sebagai perekatnya,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan bahwa saat sesi penilaian, dewan juri sempat menanyakan harga dari karya yang ia buat. Dengan sederhana ia menjawab bahwa karya tersebut dihargai sekitar tiga puluh ribu rupiah.
“Tadi ditanya berapa harganya, saya jawab sekitar 30 ribu rupiah. Lalu ditanya lagi, kenapa murah sekali. Saya jawab karena cara pembuatannya sederhana dan biaya yang dikeluarkan juga hanya untuk membeli lem saja,” jelasnya sambil tersenyum.
Meski demikian, ia mengaku sangat bersyukur dan masih merasa tidak percaya karyanya dapat menjadi salah satu pemenang dalam lomba tersebut.
Kemeriahan Lomba Recycle Persistri ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat lahir dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Selain menjadi ajang silaturahmi antarjam’iyyah Persistri, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. []
BACA JUGA:PERSIS Ramadhan Expo 2026 di Trans Studio Mall Bandung, Ini Rangkaian Agendanya