Madrasah Instruktur I, Strategi Kabid Kaderisasi Cetak SDM Unggul Umat dan Bangsa

oleh Reporter

21 Februari 2026 | 04:34

Madrasah Instruktur I, Strategi Kabid Kaderisasi Cetak SDM Unggul Umat dan Bangsa

Jakarta, persis.or.id — Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) menyelenggarakan Madrasah Instruktur I (Madins I) pada Jumat–Ahad, 13–15 Februari 2026, di Aula BGTK, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Bidang Kaderisasi PP Hima Persis yang berfokus pada penguatan ideologi dan kapasitas instruktur kaderisasi.


Ketua Bidang Kaderisasi PP Hima Persis sekaligus Ketua Pelaksana Madins I, Ra’abi Ghulamin Halim, S.H., menuturkan bahwa kaderisasi tidak dapat dipahami sekadar sebagai aktivitas teknis organisasi.


“Madrasah Instruktur merupakan satu kesadaran mendasar bahwa kaderisasi bukanlah aktivitas teknis, melainkan kerja ideologis. Ia bukan sekadar proses pengkaderan, tetapi proses pembentukan cara pandang hidup,” ujarnya.


Ia menjelaskan, ketika ideologi melemah, kaderisasi berpotensi berubah menjadi rutinitas tanpa arah sehingga organisasi kehilangan fondasi perjuangannya. Karena itu, Madrasah Instruktur diposisikan sebagai ruang pembentukan watak ideologis sekaligus laboratorium perjuangan yang menentukan arah gerak organisasi ke depan.


Menurut Ra’abi, tema kegiatan “Rekonstruksi Ideologi dalam Kaderisasi Hima Persis: Terwujudnya SDM Unggul untuk Kedigdayaan Ummat dan Bangsa” dipilih sebagai respons atas dinamika zaman yang terus berubah dan kerap mengguncang nilai-nilai dasar perjuangan.


Ia menilai realitas kontemporer menunjukkan kecenderungan ideologi diperdagangkan, nilai dikomodifikasi, dan kaderisasi direduksi menjadi formalitas struktural.


Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa tanpa rekonstruksi ideologi yang dilakukan secara sadar, sistematis, dan berkelanjutan, organisasi berisiko melahirkan kader yang aktif secara administratif, tetapi rapuh secara ideologis.


Ia juga menekankan bahwa penguatan nilai harus berjalan seiring dengan ruh organisasi agar tetap hidup dalam praktik perjuangan.


Ra’abi menambahkan, Madrasah Instruktur bertujuan melahirkan instruktur yang mampu menjaga arah gerak organisasi, menyambung nilai, serta meneguhkan ideologi dalam proses kaderisasi.


“Instruktur tidak hanya dituntut cakap secara metodologis, tetapi juga kokoh secara akidah, tajam secara intelektual, dan konsisten dalam praksis perjuangan,” katanya.



BACA JUGA:

Resmi Dilantik, Ketum PP Hima Persis: Kami Siap Menuju Peradaban Baru

Reporter: Reporter Editor: Taufik Ginanjar