Oleh: Abu Sabda
Perbedaan jadwal waktu maghrib dan subuh pada jadwal salat atau imsakiyah Ramadhan 1447 H kembali menjadi perbincangan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa waktu yang dirilis oleh beberapa lembaga keagamaan bisa berbeda, padahal dihitung untuk kota yang sama.
Sebagai contoh, untuk Kota Bandung pada 19 Februari 2026, waktu magrib tercatat sebagai berikut: 18.14 WIB (PERSIS), 18.14 WIB (Muhammadiyah), dan 18.20 WIB (Kemenag dan NU). Adapun waktu subuh pada tanggal yang sama tercatat: 04.37 WIB (PERSIS), 04.38 WIB (Kemenag), dan 04.45 WIB (Muhammadiyah).
Lantas, apa penyebab perbedaan tersebut?
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฒ๐ฑ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐ธ๐ถ๐ต, ๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ถ๐๐๐ป๐ด
Perbedaan waktu ini bukan karena adanya kesalahan dalam perhitungan astronomi. Seluruhnya menggunakan metode hisab (perhitungan) yang ilmiah. Perbedaan muncul karena adanya perbedaan ijtihad fikih dalam menentukan kriteria awal waktu magrib dan subuh.
๐๐ผ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐๐ถ ๐๐ฒ๐๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ช๐ฎ๐ธ๐๐ ๐ ๐ฎ๐ด๐ฟ๐ถ๐ฏ
Dalam penentuan awal waktu magrib, Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) menerapkan koreksi ketinggian tempat secara mutlak untuk setiap lokasi yang memiliki ketinggian di atas permukaan laut. Kebijakan ini mulai digunakan sekitar enam hingga tujuh tahun terakhir. Dengan pendekatan tersebut, waktu magrib di Bandung pada 19 Februari 2026 jatuh pada pukul 18.20 WIB.
Muhammadiyah diketahui sempat menggunakan koreksi ketinggian secara mutlak sejak 2022. Namun, pada 2026 organisasi ini kembali tidak menerapkannya dalam penentuan waktu magrib.
Sementara itu, PERSISโdan Muhammadiyah pada 2026โtidak menggunakan koreksi ketinggian tempat secara mutlak. Koreksi hanya diterapkan pada lokasi tertentu yang secara nyata memiliki ufuk lebih rendah, seperti gedung tinggi, puncak bukit, atau gunung yang menghadap langsung ke ufuk yang lebih rendah.
Salah satu pertimbangan PERSIS adalah perbandingan skala ketinggian tempat dengan ukuran Bumi. Jika dibandingkan dengan jari-jari Bumi yang sekitar 6.371.000 meter, ketinggian ratusan hingga ribuan meter di atas permukaan laut relatif sangat kecil. Sebagai ilustrasi, jika jari-jari Bumi digambarkan sebagai garis sepanjang 5 cm, maka ketinggian Bandung sekitar 750 meter hanya setara 0,0005885 cm atau sekitar 5,9 mikrometerโnyaris tak terlihat. Karena itu, dalam perspektif astronomi dan geodesi, ketinggian tersebut sering dianggap "nol" dalam skala Bumi.
Dengan pendekatan ini, PERSIS โdan Muhamadiyah pada tahun 2026 ini โmenilai kota Bandung tidak memerlukan koreksi ketinggian karena tidak menghadap ufuk yang lebih rendah. Hasilnya, waktu magrib jatuh pada pukul 18.14 WIB.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฒ๐ฑ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ท๐ฎ๐ ๐ ๐ฎ๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ช๐ฎ๐ธ๐๐ ๐ฆ๐๐ฏ๐๐ต
Adapun perbedaan waktu subuh berkaitan dengan kriteria ketinggian matahari di bawah ufuk saat fajar. PERSIS, NU, dan Kemenag menggunakan kriteria ketinggian matahari minus 20 derajat (-20ยฐ). Dengan kriteria ini, waktu subuh di Bandung pada 19 Februari 2026 jatuh sekitar pukul 04.37โ04.38 WIB.
Sementara itu, Muhammadiyah dalam beberapa tahun terakhir menggunakan kriteria minus 18 derajat (-18ยฐ). Dengan parameter tersebut, waktu subuh pada tanggal yang sama jatuh pukul 04.45 WIB, atau sekitar delapan menit lebih lambat.
๐ฆ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ฝ ๐๐ถ๐ท๐ฎ๐ธ ๐ ๐ฒ๐ป๐ด๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ๐ถ ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐ฒ๐ฑ๐ฎ๐ฎ๐ป
Perbedaan ini merupakan hasil ijtihad masing-masing lembaga dalam memahami dalil syarโi dan data astronomi. Hingga, tidak perlu ada saling menyalahkan dalam menyikapi perbedaan tersebut. Namun, bagi masjid-masjid PERSIS, disarankan mengikuti Almanak Islam sebagai bentuk imamah dan imarah.
Penjelasan lebih rinci mengenai koreksi ketinggian dan contoh perhitungan dapat ditemukan dalam berbagai tulisan dan kajian falakiyah, termasuk dalam buku Ilmu Falak Rumusan Syarโi dan Astronomi Seri 1 (Waktu Shalat dan Arah Kiblat) karya Abu Sabda.
Semoga penjelasan ini dapat membantu masyarakat memahami bahwa perbedaan jadwal salat bukanlah persoalan benar atau salah, melainkan perbedaan pendekatan dalam ijtihad ilmiah dan fikih.
โ Abu Sabda
Rabu, 18 Feb 2026/30 Sya'ban 1447 H.
wa.me/62895707233300
BACA JUGA:PP PERSIS Hadiri Penyerahan 140 Ton Kurma dari Arab Saudi, Inisiasi Kolaborasi dengan Dubes Saudi