Makkah, persis.or.id - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) sekaligus Musyrif Diny Kementerian Haji RI, Ustadz Dr. Haris Muslim, memberikan pembinaan umum kepada jamaah KBIHU PERSIS Kloter KJT 24 menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) di Sektor 2 Misfalah, Makkah, Sabtu (16/5/2026) WSAS.
Dalam arahannya, KH. Haris Muslim menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan kesiapan mental spiritual menjelang fase puncak haji yang membutuhkan stamina dan kesabaran ekstra.
Ia mengingatkan, jamaah untuk menjaga pola istirahat, makan secara teratur, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh di tengah cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.
“Menjelang H-8 puncak haji, jemaah harus benar-benar menjaga kesehatan. Istirahat cukup, makan teratur, dan minum yang cukup agar kondisi tetap prima,” ujar KH Haris Muslim.
Selain itu, ia meminta, jamaah lebih bijak dalam mengatur aktivitas ibadah sunnah di Masjidil Haram agar energi tetap terjaga hingga puncak ibadah haji.
“Bijaklah saat ke Masjidil Haram. Jaga tenaga dan hindari aktivitas berlebihan karena rangkaian Armuzna membutuhkan kondisi fisik yang kuat,” katanya.
Dalam pembinaan tersebut, KH. Haris Muslim juga mengingatkan agar jemaah tetap menjaga kebahagiaan dan rasa syukur selama menjalani ibadah haji.
“Haji bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga perjalanan syukur dan kebahagiaan,” tuturnya.
Ia kemudian menjelaskan konsep “3 Sukses Haji” yang harus menjadi pegangan jemaah, yakni sukses ritual dan ibadah, sukses membangun ekosistem ekonomi yang baik melalui sikap bijak dalam konsumsi, serta sukses dalam menjaga adab dan keberadaban selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, bekal utama yang harus dijaga sepanjang proses haji adalah ketakwaan kepada Allah SWT, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
“Tanda haji mabrur adalah ketika seseorang menjadi lebih baik dibanding sebelum berangkat haji,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, KH. Haris Muslim juga menyampaikan sejumlah informasi teknis terkait pelayanan jamaah, termasuk mekanisme survei layanan dari syarikah yang hanya sampai tingkat ketua rombongan (karom), sementara evaluasi internal KBIHU dilakukan hingga tingkat ketua regu (karu).
Ia menutup pembinaan dengan doa agar seluruh jemaah diberikan kemudahan, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.
“Semoga Allah memudahkan seluruh rangkaian ibadah kita, memberikan kesehatan, kekuatan, dan menjadikan kita haji yang mabrur,” katanya.
Selain pembinaan spiritual, jemaah juga diberikan penjelasan terkait agenda rangkaian ibadah haji, mulai dari keberangkatan Tarwiyah ke Mina pada 7 Dzulhijjah, wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah di Mina, hingga pelaksanaan Tawaf Ifadah dan Tawaf Wada.
[]
BACA JUGA:Musyrif Diny Sektor 7 Intensifkan Pembinaan, KH Haris Muslim: Pastikan Pembinaan Haji Berjalan Maksimal