Pasca Muktamar XIV Pemuda Persis : Momentum Menghadirkan Muakhot Kader

oleh Redaksi

01 Mei 2026 | 22:06

Pasca Muktamar XIV Pemuda Persis : Momentum Menghadirkan Muakhot Kader

Pasca Muktamar XIV Pemuda Persis : Momentum Menghadirkan Muakhot Kader

Oleh: Farhan Fuadi Rahman (Sekretaris Bidang Jam’yyah PP Pemuda Persis 2021-2026


Hajat akbar jam’iyyah pemuda persatuan Islam telah sukses digelar. Bersamaan segala hiruk pikuknya Muktamar XIV telah melahirkan Ketua Umum baru, Al-Ustadz Cepi Hamdan Rafiq guna menahkodai Pemuda Persis dalam 5 tahun ke depan.


14 Hari waktu yang termaktub dalam Qaidah Dakhili untuk menyusun tasykil (pengurus) yang akan membersamai ketua umum ke depan. Ribuan kader inti dan ratusan kader yang telah mengikuti Tafiq III bahkan TOT tentu tidak akan membuat Ketua Umum terpilih kekurangan kader. Dalam nuansa yang masih diselimuti euforia Muktamar ini penulis ingin memberikan opini yang melampaui sekedar penyusunan struktur, sesuatu yang menjadi sumbang saran yang membersamai Ketua Umum terpilih mengoptimalkan 14 hari batas waktu penyusunan tasykil yang kini tinggal tersisa 9 hari lagi (ketika tulisan ini dibuat) .


Ada peristiwa sejarah yang kemudian ingin penulis latarkan dalam tulisan ini, sebuah peristiwa fenomenal yaitu hijrahnya Rasulullah Saw bersama para sahabat, dimana pasca hijrah dilakukan Rasulullah Saw tetap mempertimbangkan aspek-aspek sosial pada kondisi hijrah yang bisa dikatakan berpersiapan yang sangat minim.


Disinilah kita melihat kecerdasan Rasulullah Saw, tidak hanya menjadikan Madinah sebagai suaka namun menjadikan sohibul bait yaitu kaum Anshar sebagai support system yang luar biasa ketika yang di hadirkan ialah kata saudara dalam proses muakhot setelah gelar kaum penolong (Anshor). Bahkan tidak hanya itu berbagai kesepakatan dibuat bahkan dengan kaum Yahudi yang berada di Madinah, tentu hal ini tidak lain melainkan guna membangun stabilitas untuk tumbuh di atasnya pergerakan dakwah yang dalam catatan sejarah jadi tonggak awal kemajuan Islam yang bergitu pesat. Hal yang ingin penulis soroti dalam persitiwa hijrah tersebut ialah upaya sosial Rasulullah Saw memuakhotkan kaum Muhajirin dan Anshor, yang mana peristiwa penting ini kiranya bisa kita jadikan inspirasi guna mengahdapi fase pasca Muktamar XIV.


Kita awali dari bagaimana respon kader terhadap kontelasi politik di Pemuda Persis yang begitu antusias, mengingat keterwakilan peserta pada Muktamar Pemuda Persis melibatkan unsur delegasi peserta hingga ke Pimpinan Cabang. Posisi ini mau tidak mau menjadikan pembicaraan utama Muktamar XIV yaitu pemilihan ketua Umum baru otomatis terbincangkan oleh 179 PC Pemuda Persis yang tersebar di seluruh Indonesia. Belum lagi diperkuat dengan puluhan PD dan Sejumlah PW yang ada.


Harus kita akui bahwa setiap kali Musyawarah besar di gelar potensi keterbelahan kader itu ada, terlebih jika kita temukan bahwa sosok yang menghadirkan husnudzon kader kepada para calon ketua umum ini lebih dari satu orang atau bukan aklamasi. Hal ini nampaknya terjadi pula pada Muktamar XIV, dimana banyak cerita perbedaan pandangan pada satu level pimpinan tertentu. Baik disebabkan karena corak berfikir kader, atau disebabkan dinamika internal level pimpinan yang punya interaksi yang berbeda dengan masing-masing calon, bahkan terdapat sosok-sosok di luar level pimpinan yang ketokohannya berhasil meng-influnce para pemutus kebijakan di level pimpinan tertentu untuk mengambil kebijakan yang out of the box dari pikiran-pikiran rasional struktur di level pimpinan tersebut.


Fakta di lapangan tersebut kiranya perlu dijadikan modal sosial yang menguatkan ciri khas pemuda persis dalam kepemimpinan, dimana ketika telah muncul satu pemimpin maka kemudian semuanya akan tunduk patuh dan melakukan kontribusi sesuai dengan kemampuannya, dimana menurut penulis ciri tunduk patuh dan berkontribusi di pasca muktamar ialah dengan memberikan buah pikiran yang melengkapi Khazanah pemikiran Ketua Umum terpilih sebelum kemudian melangkah dan melakukan berbagai kebijakan.


Maka penulis berpandangan bahwa terdapat pada sejumlah kader yang muncul sebagai bakal calon kemarin husnudzon yang dititipkan bukan semata karena urusan dukung mendukung, bukan sesederhana persoalan suksesi, namun berisi keterhubungan dalam visi dan misi pembangunan jam’iyyah kedepan.


Maka semangat yang dititpkan pada mereka butuh untuk kemudian digali, difahami dan dielaborasi sebagai basis sosial yang tak terbantahkan. Pada perjalanannya kultur Pemuda Persis memang menjadikan konsolidasi politik itu sebagai hal yang tabu diprosesi menuju Muktamar dan saya menjadi saksi bahwa ketua umum terpilih diantara sosok yang menjaga dengan baik hal tersebut. Akan tetapi konsolidasi jam’iyyah pasca Muktamar hemat saya ialah kemestiaan, bagaimana 179 PC, 41 PD dan 11 PW yang ada diambil semangatnya melalui dialog bersama kader-kader yang oleh sejumlah level pimpinan tersebut dipercayakan mimpi dan visi Pembangunan jam’iyyahnya ke depan.


Maka keteladanan Rasulullah dalam memukahotkan kaum Muhajirin dan kaum Anshor itu bisa kita jadikan inspirasi, dimana ada proses mencerap harapan-harapan kader dengan melakukan dialog dengan seluruh bakal calon yang merepresentasikan simpul harapan tersebut secara terbuka dan hangat. Penulis amat berharap dialog ketua umum dengan seluruh bakal calon yang merepresentasikan muktamirin tersebut menjadi symbol apresisasi untuk seluruh kader dimana aspirasi mereka bisa didengar, difahami serta dielaborasi agar tetap berkesesuaian dengan khitoh dan tantangan zaman mampu menjadikan sebuah gerakan kepemudaan yang kolektif, memaksimalkan setiap potensi yang ada.


Penulis memandang bahwa inilah yang akan menambah kekuatan ketua umum terpilih untuk 5 tahun ke depan, bahwa takdir kepemimpinan telah hadir dan diantara upaya menjadikan takdir tersebut menjadi takdir yang baik adalah dengan mempersaudarakan semua kader melalui konsolidasi jam’iyyah yang diupayakan dengan seluruh bakal calon Muktamar XIV untuk selanjutnya diikuti dengan konsolidasi yang lebih luas ke depan.


Langkah tersebut pula diharapkan mampu untuk mengurai residu-residu Muktamar yang menjadikan semua unsur baik kader dan seluruh level pimpinan bermuara pada satu tujuan yaitu mengambil peran terbaik bagi mendukung kepemimpinan dan program jam’iyyah PP Pemuda Persis ke depan, serta sebagai simbol penting bahwa kemenangan Muktamar XIV adalah kemenangan bagi seluruh kader, kemenangan dakwah dan kemenangan bagi jam'iyyah Pemuda Persis yang senentiasa kita cintai sepenuh hati.


Terakhir yang tidak kalah penting sebuah fakta bahwa akhirnya kepemimpinan adalah hanya sebuah rentetan waktu, dinamika nantinya akan hanya menjadi sebuah cerita, namun upaya kita membangun kesiapan yang penuh, guna menghadirkan perjuangan yang luar biasa di jam’iyyah persatuan Islam kelak ialah sesuatu yang harus dirintis sedari sekarang dan tidak bisa ditawar-tawar!

BACA JUGA:

Turba Muktamar XIV Pemuda PERSIS Perkuat Peran Badan Perumus

Reporter: Redaksi Editor: Gicky Tamimi