Kabupaten Bandung, persis.or.id – Pimpinan Daerah (PD) Pemudi Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Bandung resmi meluncurkan buku bertajuk ‘Perempuan dalam Simpul Kehidupan’.
Peluncuran buku dakwah tersebut menjadi bagian dalam rangkaian kegiatan penyerta Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Gedung Mohamad Toha, Pamekaran, Soreang, Kabupaten Bandung, Ahad (19/7/2026).
Buku yang ditulis oleh Tasykil, demisioner dan Mubalighah PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung ini dihadirkan sebagai ikhtiar menghadirkan karya dakwah yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Ketua PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung, Desyanti Nurhayati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran buku tersebut bukan sekadar memperkenalkan sebuah karya tulis, melainkan menitipkan jejak perjuangan kepada masa depan.
"Hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah buku. Hari ini kita sedang menitipkan jejak kepada masa depan. Buku ini lahir dari sebuah harapan untuk tetap menjadi manusia yang bermanfaat. Ketika lisan telah diam, tulisan tetap menyampaikan pesan, dan ketika penulis telah tiada, ilmunya tetap mengalir menjadi amal jariyah," ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah kompleksitas peran perempuan sebagai hamba Allah, istri, ibu, pendidik, pekerja, sekaligus pejuang dakwah, diperlukan karya yang mampu menjadi penuntun, penguat, sekaligus pengingat akan pentingnya peran strategis perempuan dalam membangun peradaban.
Desyanti berharap buku tersebut tidak hanya menjadi koleksi di rak perpustakaan, tetapi benar-benar dibaca, didiskusikan, dan dijadikan bahan pembinaan sehingga mampu menginspirasi lahirnya karya-karya berikutnya.
Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui lisan (bil lisan), tetapi juga melalui tulisan (bil qalam). "Kami berharap setiap kader pulang tidak hanya membawa foto kegiatan, tetapi juga membawa tekad untuk lebih mencintai Alquran, ilmu, jam'iyyah, lebih ikhlas berkhidmat, dan lebih disiplin menjalankan amanah," tuturnya.
Sementara itu, perwakilan tim penulis, Cindy Apriliani, menjelaskan bahwa proses penyusunan buku melalui tahapan yang cukup panjang, mulai dari penentuan tema besar, penyusunan judul tulisan, proses penulisan yang melibatkan seluruh Tasykil, demisioner dan Mubalighah PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung, penyuntingan naskah, hingga proses percetakan.
Menurut Cindy, judul Perempuan dalam Simpul Kehidupan dipilih karena menggambarkan perempuan yang kerap berada pada berbagai "simpul" kehidupan, baik dalam keluarga, pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.
" 'Simpul' melambangkan tantangan, pilihan, sekaligus ikatan yang membentuk perjalanan hidup perempuan. Kami berharap buku ini dapat merepresentasikan kompleksitas peran perempuan sekaligus menjadi sumber ilmu dan solusi atas berbagai problematika yang dihadapi," jelasnya.
Ia menuturkan, pesan utama buku ini adalah mengajak perempuan untuk menyadari kekuatan yang dimiliki dalam menjalankan berbagai peran kehidupan.
Selain itu, buku ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman, penghargaan, serta dukungan terhadap peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Buku Perempuan dalam Simpul Kehidupan ditujukan bagi anggota Pemudi PERSIS, perempuan muslimah dari berbagai kalangan, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam wawasan mengenai perempuan, keluarga, dan dinamika kehidupan sosial.
Dalam proses penyusunannya, tantangan terbesar yang dihadapi adalah menghimpun tulisan dari para kontributor di tengah padatnya aktivitas Tasykil dan Mubalighah. Meski demikian, seluruh proses dapat diselesaikan hingga buku akhirnya resmi diterbitkan.
Peluncuran buku ini turut mendapat apresiasi dari berbagai tokoh. Termasuk Ketua Umum PP Pemudi PERSIS Masa Jihad 2014–2018, Dr. Hj. Gyan Puspa Lestari, Lc., M.Pd. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga dan masyarakat sehingga harus terus memperbaiki diri agar menjadi teladan.
Sementara itu, Ketua Umum PP Pemudi PERSIS Masa Jihad 2022–2026, Farah Fatihah, S.Pd.I., menilai buku tersebut berhasil mematahkan anggapan bahwa perempuan tidak memiliki ruang dalam gerakan dakwah. Melalui tulisan-tulisan yang disajikan, perjuangan perempuan dalam menjalankan berbagai perannya dipotret sebagai bagian dari dakwah yang bernilai.
Melalui peluncuran buku ini, PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung berharap budaya literasi dan dakwah melalui karya tulis semakin berkembang, sekaligus menjadi warisan ilmu yang terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
[]
Kontributor: Vina Rosalina (Bidgar Kominfo PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung)
BACA JUGA:Lanjutkan Kaderisasi, Ma’ruf XLIII PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung Catat 160 Kader Potensial