Prof. Atip: Pemuda PERSIS Hari Ini Menentukan Wajah Jam’iyyah Sepuluh Tahun Mendatang

oleh M Aditya Ramadan

13 September 2026 | 15:05

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D.,

Bandung, persis.or.id — Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) yang juga Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., menegaskan bahwa masa depan jam’iyyah sangat ditentukan oleh kualitas pemudanya hari ini.


Pesan tersebut disampaikan Prof. Atip dalam closing ceremony Youth Civilization Summit 2026, rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) I PP Pemuda PERSIS, Sabtu (12/9/2026), di Gedung Merdeka, Bandung.


Sebagai sosok yang pernah memimpin PP Pemuda PERSIS pada 1995–2000, Prof. Atip menyampaikan pesan tersebut dari pengalaman panjangnya dalam gerakan kepemudaan dan jam’iyyah.


Setelah menyelesaikan pendidikan hingga doktoral di Monash University, Australia, Ia kini dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum PP PERSIS sekaligus mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.


Dalam pandangannya, Pemuda PERSIS membutuhkan dua kekuatan yang harus berjalan beriringan, yaitu aktivisme dan intelektualisme. Aktivisme mendorong kader untuk hadir dan bergerak, sementara intelektualisme memberikan kemampuan untuk membaca persoalan, membangun gagasan, dan menentukan arah gerakan.


Ia juga mendorong pemuda untuk membangun kepercayaan diri yang kokoh, bukan sekadar berdasarkan optimisme, tetapi ditopang kemampuan dan kapabilitas nyata.


“Wajah dan masa depan jam'iyyah sepuluh tahun yang akan datang ditentukan oleh pemudanya hari ini. Dari sekarang, hadirkanlah kepercayaan diri yang kokoh berbasis kemampuan dan kapabilitas nyata untuk menancapkan tonggak peradaban di masa depan,” tandasnya.


Pesan tersebut menjadi penutup Youth Civilization Summit 2026, sekaligus pengingat bahwa transformasi gerakan Pemuda PERSIS membutuhkan kader yang aktif bergerak, kuat secara intelektual, dan memiliki kapasitas nyata untuk mengambil peran dalam membangun peradaban.


[]

BACA JUGA:

Waketum PP PERSIS Dorong Konferensi Hadis Nasional Jadi Agenda Tahunan Bertaraf Internasional